Sidoarjo -
Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri. Salah satunya melalui penguatan tata kelola pengelolaan sampah yang dilakukan secara terintegrasi dari tingkat rumah tangga.
Komitmen tersebut bahkan telah berbuah apresiasi di tingkat nasional. Pemkab Sidoarjo meraih penghargaan Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali.
Atas capaian tersebut, Pemkab Sidoarjo memperoleh insentif fiskal sebesar Rp 1,5 miliar. Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kepada Bupati Sidoarjo Subandi di Nusa Dua Convention Centre, Bali, Jumat (28/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi Pemkab Sidoarjo untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja pengelolaan sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono menyebut penguatan tata kelola akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Setelah pengarahan yang kami terima, tetap kami pertahankan dan kalau bisa ditingkatkan terkait dengan tata kelola pengelolaan sampah menuju Sidoarjo Asri," ujar Arif kepada detikcom, Selasa (1/9/2026).
Arif menjelaskan Pemkab Sidoarjo membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Sistem tersebut mencakup pengelolaan mulai dari tingkat kabupaten melalui DLHK, kecamatan, desa hingga Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
"Kami sudah membangun sistem yang terintegrasi pengelolaan pusat, mulai dari kabupaten di DLHK sampai ke kecamatan, ke desa dan ke TPS3R," jelasnya.
Penguatan juga diarahkan dengan mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah. Salah satunya melalui sosialisasi dan pengembangan bank sampah di desa maupun kelurahan.
Arif mengatakan pihaknya akan mengembangkan pilot project pemilahan sampah dari rumah. Satu kelurahan di salah satu kecamatan nantinya akan menjadi percontohan program tersebut.
"Ini akan kami coba pilot project-kan satu kecamatan, mungkin kami ambil satu kelurahan untuk bisa dijadikan pilot project. Memang kita fokus rumah tangga itu bisa milah dari rumah," ujarnya.
Program tersebut diharapkan memperkuat sinergi pengelolaan sampah. Tak hanya mendorong partisipasi masyarakat, Pemkab Sidoarjo juga memperkuat pengelolaan TPS3R.
Arif menyebut Bupati Subandi serius dalam melakukan penataan TPS3R, termasuk dari sisi manajemen, tata kelola keuangan, partisipasi masyarakat, hingga sarana dan prasarana.
"Pak Bupati juga serius dalam rangka penataan TPS3R, termasuk penguatan di manajemennya. Di situ ada tata kelola keuangan, tata kelola manajemen TPS3R, ada partisipasi masyarakat dan juga penguatan di unsur-unsur teknis, penguatan sarana prasarana," terang Arif.
Penguatan TPS3R juga terus dilakukan melalui optimalisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang ada di desa pada 2026.
"Untuk kebijakan Pak Bupati 2027, BKK memang fokus juga. Ada BKK 2027 khusus pengelolaan sampah," katanya.
DLHK Sidoarjo saat ini turut memberikan asistensi dalam proses pengusulan perencanaan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Harapannya, dukungan tersebut dapat diterapkan di tingkat pemerintah desa pada 2027.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo di bawah kepemimpinan Subandi-Mimik untuk menjaga lingkungan sekaligus mewujudkan Sidoarjo yang semakin bersih, sehat dan asri.
(anl/ega)


















































