Jakarta -
Puluhan siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Srebegan dan MIM Cetan, Kecamatan Ceper, Klaten, Jawa Tengah, diduga keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa dilaporkan mual dan muntah.
Dilansir detikJateng, Narni, orang tua siswa, mengatakan dirinya dikabari pihak sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Karena khawatir, ia langsung datang ke sekolah.
"Sekitar pukul 09.30 WIB tadi dikabari sekolah. Anak saya mual dan muntah," kata Narni kepada detikJateng di lokasi, Kamis (3/9/2026) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama, menjelaskan data sementara baru dua sekolah yang ditemukan gejala. Yaitu di MIM Cetan dan Srebegan.
"Di MIM Cetan dan Srebegan tapi kita untuk memastikan penyebabnya nunggu laboratorium dulu karena sampel makanan sudah diambil dinas kesehatan," kata Yoga kepada wartawan di lokasi.
"Sampel yang diambil tadi semua. Ada nasi, ikan dori tepung, sayur wortel dan kacang panjang, dan ada tahu bumbu saos, untuk jumlah siswa masih didata," jelas Yoga.
Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menduga ikan dori kemasan jadi pemicunya. Dia menyebut menu ikan dori itu terasa basi.
"Tadi saya sudah sidak di lokasi, saya tanyai SPPI, ahli gizi, saya tanya semuanya. Penyebabnya bukan masalah masakan, bukan human error, bukan masalah kebersihan, bukan masalah standardisasi dan yang lainnya, cuma tadi memang beli ikan dori di kemasan, padahal saya sudah menganjurkan jangan beli daging di kemasan," jelas ketua Yayasan Sridaya Amanah Sejahtera, Bambang Sridaya kepada wartawan di SPPG.
"Saat disajikan rasanya ada basi-basi. Tidak saya sebut belinya dari mana tapi di atas bagus di tengah basi," kata Bambang.
Camat Ceper Aris Munandar menjelaskan siswa mengalami gejala keracunan terindikasi setelah makan menu MBG. Jumlah di MIM Srebegan ada 33 orang.
"Sementara terdampak di sini ada 33 orang. Ada yang ditangani di Puskesmas dan di sini, untuk yang di MIM Cetan baru kita kumpulkan data," katanya kepada detikJateng.
Baca selengkapnya di sini.
(lir/fas)


















































