11 Orang Utan dan Tenggiling Terdampak Karhutla di Kaltim

6 hours ago 3

Jakarta -

Sebanyak 11 orang utan dievakuasi dari sekolah hutan Jejak Pulang KHDTK Samboja di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Sementara itu, seekor tenggiling juga terluka akibat karhutla di Kaltim.

Dilansir detikKalimantan, Head of Orangutan Care Jejak Pulang, Siti Nur Badriyah, mengatakan kesehatan orang utan itu dalam kondisi baik. Hanya, mereka menunjukkan kebosanan setelah dua hari berada di kandang evakuasi. Saat ini, 11 orang utan belum dapat dikembalikan ke sekolah hutan karena ancaman kebakaran masih harus dipastikan benar-benar aman.

"Sebenarnya yang kami amati mereka itu terlihat bosan apabila dibandingkan saat mereka berada di dalam hutan. Kalau misalkan di dalam hutan mereka banyak mendapatkan stimulasi, terus ruang geraknya tidak terbatas, bebas bergerak ke mana-mana, ada liana untuk main, makanan atau pakan hutan tersedia di hutan," kata Siti kepada detikKalimantan, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan kondisi di sekolah hutan, aktivitas 11 orang utan menjadi terbatas selama berada di kandang evakuasi. Tim caregiver tetap memberikan stimulasi, tapi fasilitas yang tersedia tidak dapat sepenuhnya menggantikan lingkungan hutan.

Seekor Tenggiling Terluka Parah

Sementara itu, seekor tenggiling ditemukan dalam kondisi terluka akibat karhutla di Kampung Merasa, Kabupaten Berau, Kaltim. Dua kaki belakang satwa tersebut mengalami luka parah hingga tulangnya terlihat.

Founder Conservation Action Network (CAN) Borneo Paulinus Kristanto mengatakan tenggiling ini ditemukan pada Rabu (2/9) sekitar pukul 21.00 Wita, saat bersembunyi di dalam batang kayu yang terbakar.

"Pada saat kita melakukan pemadaman di Kampung Merasa itu ada sekitar delapan titik api yang berada di wilayah administrasi Kampung Merasa. Kemudian tim sudah memadamkan dari pagi sampai malam, akhirnya pada malam hari kita ketemu ada satu tenggiling saat tim lagi melakukan pemadaman," ujar Paulinus kepada detikKalimantan, Kamis (3/9).

Tim pemadam kemudian mengevakuasi satwa tersebut setelah melihat kondisinya mengalami luka cukup serius akibat kebakaran.

"Kita menemukan di kaki bagian belakang, dua kakinya itu ternyata sudah luka parah. Di bagian ekor juga ada terdapat bagian yang terbakar. Kondisi terakhir masih dalam perawatan intensif, namun kakinya luka parah hingga terlihat tulang," ungkapnya.

Simak selengkapnya di sini.

(fas/lir)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |