BNPB: Heli Jepang di Kalbar, Namun Belum Beroperasi Akibat Visibility Rendah

4 hours ago 2
Jakarta -

BNPB menjelaskan kondisi terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah. BNPB juga menyebut jarak pandang rendah membuat helikopter bantuan Jepang belum bisa beroperasi memadamkan karhutla.

"Situasi umum pengamanan karhutla dapat kami sampaikan bahwa strategi operasional pemadaman dilakukan secara massal dan terukur di lapangan. Tentu kami juga mengutamakan satgas darat yang didukung secara efektif oleh satgas udara untuk hasil yang lebih maksimal," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers yang ditayangkan via kanal YouTube BNPB, Selasa (15/9/2026).

Dia mengatakan ada 19 titik api (fire spot) baru seluas 261,5 hektare pada 14 September di Kalimantan Barat. Dia menyebut tim gabungan telah memadamkan 180,8 hektare dan tersisa sekitar 80,7 hektare lahan terbakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan terjadi hujan ringan hingga lebat di sebagian wilayah Sambas, Sintang, Bengkayang, Singkawang dan Sekadau. Meski demikian, kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah seperti Pontianak, Mempawah hingga Singkawang masih berada di bawah 1 km dan kualitas udara masih berbahaya.

Jarak pandang yang rendah itu membuat pihak Jepang belum dapat mengoperasikan bantuan helikopter Chinook untuk memadamkan karhutla. Dia mengatakan Jepang akan mengoperasikan helikopter saat jarak pandang sekitar 3,5 km.

"Bantuan helikopter Jepang saat ini sudah tiba di Kalimantan Barat, namun belum dapat dioperasikan karena memang visibility sangat rendah dan pihak Jepang akan melakukan operasi ketika visibility 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang," ujar Berton.

Dia mengatakan ada 14.759 anggota satgas darat yang dikerahkan untuk memadamkan api di Kalbar. Selain itu, operasi modifikasi cuaca dan water bombing terus dilakukan.

Berikut situasi karhutla di berbagai daerah lainnya yang disampaikan Berton per 15 September:

Kalimantan Tengah
- 56 fire spot baru seluas 189,6 hektare
- 75,9 hektare telah dipadamkan
- 113,7 hektare masih proses pemadaman

Kalimantan Selatan
- 40 fire spot baru seluas 210,44 hektare
- 136,46 hektare dipadamkan
- 73,98 hektare masih proses pemadaman

Kalimantan Timur
- 20 fire spot baru seluas 701,27 hektare
- 381,32 hektare telah dipadamkan
- 319,95 hektare masih proses pemadaman

Sumatera Selatan
- 20 fire spot baru seluas 404,22 hektare
- 319,97 hektare telah dipadamkan
- 84,25 hektare masih proses pemadaman

Jambi
- 22 fire spot baru seluas 44,5 hektare
- 34,5 hektare telah dipadamkan
- 10 hektare masih pemadaman

Riau
- 17 fire spot baru seluas 46,93 hektare
- 25,13 hektare telah dipadamkan
- 21,8 hektare masih proses pemadaman.

(haf/haf)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |