Mangkrak Akibat Pencurian, Jembatan Semongol Dibangun Sementara Pakai Baja

2 hours ago 2
Jakarta -

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyiapkan pembangunan jembatan sementara berbahan baja wide flange (WF) untuk penyeberangan Kali Semongol di Tegal Alur, Kalideres. Jembatan sementara ini untuk memfasilitasi akses pejalan kaki.

"Ketika ini nanti disepakati, dua minggu akan dibangun jembatan tersebut. Artinya bahwa jembatan saat ini sebagai jembatan alternatif yang sementara yang dibuat dari kayu, ini akan dibongkar bersama," kata Wali Kota (Walkot) Jakbar Iin Mutmainnah, Selasa (1/9/2026).

Adapun jembatan itu dibangun sebagai akses penghubung warga selama pekerjaan proyek berlangsung dan membuat jembatan sebelumnya dibongkar. Dia mengatakan sebenarnya warga masih memiliki akses melalui dua jembatan lain yang berada di sisi kanan dan kiri lokasi jembatan yang sebelumnya dibongkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun masyarakat tetap menginginkan jembatan di lokasi tersebut karena dinilai menjadi jalur yang lebih cepat untuk menghubungkan kawasan permukiman warga.

"Namun ketika kami melihat, ini harus lebih proper, sehingga kami diskusi di sini dengan teman-teman dari Adhi Karya. Dan ada kesepakatan dari Adhi Karya untuk membuatkan jembatan sementara yang lebih kuat, lebih kokoh, tapi untuk jalan orang, itu akan lebih baik," kata Iin.

Dia mengatakan jembatan sementara itu nantinya hanya untuk pejalan kaki. Jembatan tidak dapat digunakan untuk sepeda motor maupun kendaraan lainnya.

"Dari diskusi ini ada solusi bahwa akan ada waktu selama dua minggu kurang lebih, dari mulai perencanaan sampai konstruksi, akan dibangun jembatan, sifatnya sementara tetap, tapi konstruksinya lebih kokoh untuk orang, bukan untuk kendaraan," jelasnya.

Jembatan Baja untuk Pejalan

Sementara itu, Ketua Subkelompok Pengembangan Pesisir Pantai, Bidang Pengendalian Rob dan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Yursid Suryanegara, mengatakan jembatan sementara tersebut akan menggunakan material baja WF.

Menurutnya, penggunaan baja dipilih karena jembatan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Dengan demikian, konstruksinya dapat dibuat lebih sederhana, tetapi tetap kuat dan kokoh.

"Karena hanya untuk orang, jadi kita pakai baja. Baja WF, nanti mungkin dengan lebar 80 sampai 90 sentimeter," kata Yursid.

Yursid menjelaskan untuk akses warga menuju jembatan, pihaknya akan membuat tangga karena konstruksi jembatan tidak didesain bagi sepeda motor maupun kendaraan lainnya.

"Konstruksinya nanti untuk naiknya dibuatkan tangga, tidak ada ramp karena tidak ditujukan untuk motor ataupun kendaraan lain, sehingga hanya untuk pejalan kaki, untuk jembatan penyeberangan orang," ujarnya.

Dikerjakan Hari Ini

Yursid merinci dari pengukuran awal di lokasi, panjang jembatan yang dibutuhkan sekitar 7,9 meter. Namun, ukuran tersebut masih dapat mengalami penyesuaian karena konstruksi jembatan baru berbeda dengan jembatan sebelumnya.

Yursid mengatakan persiapan pembangunan jembatan dijadwalkan mulai dilakukan pada Selasa (1/9). Ia membeberkan tahap awal meliputi persiapan dan pembersihan lokasi. Sementara proses perencanaan konstruksi dilakukan secara paralel agar pembangunan dapat segera dimulai.

"Mulai besok mungkin ada sifatnya persiapan dan pembersihan di lapangan, sambil paralel kita perencanaan ditargetkan paling lama satu minggu, jadi seminggu ke depan kita sudah konstruksi di lapangan," tandasnya.

Lihat juga Video 'Detik-detik Jembatan Gantung Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan!':

(jbr/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |