Fadli Zon Ungkap 100 Lebih Tokoh Diusulkan Terima Tanda Jasa dan Kehormatan

2 hours ago 1
Jakarta -

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjelaskan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini di Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Fadli menyebut pihaknya melaporkan sejumlah tokoh yang diusulkan unsur masyarakat untuk dianugerahkan tanda jasa dan kehormatan.

"Kemarin itu saya sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, Tanda Kehormatan, sebagai Ketua Dewan GTK, melaporkan masukan-masukan terkait dari kementerian, lembaga, dan juga dari masyarakat, termasuk dari masyarakat seni budaya. Mereka-mereka yang mempunyai, yang direkomendasikan untuk mendapatkan penghargaan. Ini bukan pahlawan nasional," kata Fadli Zon di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Fadli mengatakan tanda jasa dan tanda kehormatan nantinya ditargetkan untuk tokoh masyarakat di sejumlah bidang, mulai dari seniman, budayawan, hingga medis. Fadli mengatakan rencana itu juga telah disampaikan ke Prabowo pada pertemuan di Hambalang, Selasa (1/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi ini untuk tanda jasa, tanda kehormatan dari berbagai bidang. Baik itu tokoh-tokoh masyarakat, tokoh seniman budayawan, mungkin ada tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, misalnya medical atau yang lain-lain, yang satgas atau yang lainnya yang mempunyai jasa," ujar Fadli Zon.

"Masukan-masukan ini saya harus sampaikan kepada Presiden dan nantinya akan ditimbang kembali. Cukup banyak ya, cukup banyak. Lebih dari seratusan," tambahnya.

Selain itu, Fadli mengungkapkan pembicaraan terkait tokoh yang akan dianugerahkan gelar pahlawan nasional pada November mendatang. Fadli mengatakan penganugerahan gelar pahlawan mempertimbangkan banyak faktor.

"Tokoh pahlawan nasional sekarang ini dalam proses. Sebagaimana diketahui, untuk pahlawan nasional itu berangkat dari bawah, bottom up ya. Ada tim peneliti, TP2GD namanya, peneliti daerah. Kemudian ada TP2GP pusat ya, tim peneliti di pusat yang itu di bawah Kementerian Sosial," ungkap dia.

Fadli menyebut nama yang telah disaring mulai dari lingkup kabupaten/kota, provinsi hingga Kementerian Sosial, nantinya akan dikaji lagi oleh Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan. Gelar pahlawan nasional disebut akan diumumkan pada Hari Pahlawan, 10 November.

"Setelah selesai di penelitian kabupaten atau kota dan juga di provinsi melalui TP2GP ini dan juga Kementerian Sosial, baru kemudian akan diserahkan kepada Dewan Gelar Tanda Jasa Tanda Kehormatan untuk kita kaji lagi dan nanti diserahkan kepada Presiden. Nanti pengumumannya biasanya pada saat Hari Pahlawan," kata Fadli Zon.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli menjawab peluang ekonom sekaligus ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikoesoemo, dan kakek sekaligus kakek Prabowo, Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, masuk dalam daftar usulan pahlawan nasional. Fadli mengaku belum tahu.

"Saya belum tahu (soal peluangnya)," ujar Fadli Zon.

"Mungkin saja ada, tapi setahu saya sih tidak. Belum ada di dalam daftar kita," jawab Fadli.

(dwr/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |