Jakarta -
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banyuwangi menggelar kegiatan Pondok Ramadan bagi siswa muslim jenjang SD hingga SMA pada 9-13 Maret 2026. Kegiatan bertema 'Menjadi Pelajar Islami di Ramadhan Ini' tersebut bertujuan memperkuat pembinaan karakter serta nilai keimanan peserta didik selama bulan suci.
Kepala SRT 2 Banyuwangi Chitra Arti Maharani mengatakan kegiatan Pondok Ramadan menjadi sarana bagi siswa untuk memperdalam keimanan sekaligus meneladani kisah para nabi dan rasul.
"Alhamdulillah melalui Pondok Ramadan ini selain melatih siswa untuk taat menjalankan perintah-Nya, siswa juga menjadi semakin mengimani kisah keteladanan para nabi dan rasul. Harapannya para siswa menjadi pelajar islami yang memiliki akhlakul karimah dan meneladani sifat nabi dan rasul," kata Chitra dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pembinaan spiritual, siswa diajak memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan akhlak yang baik sebagai pelajar.
Salah satu materi yang diberikan kepada siswa adalah 'Meneladani Kisah Nabi' yang disampaikan oleh wali kelas di setiap jenjang pendidikan. Materi disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa agar mudah dipahami serta menekankan nilai keteladanan para nabi.
Siswa SD mempelajari kisah Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama umat Islam, terutama dalam menanamkan sikap jujur, amanah, dan kasih sayang terhadap sesama.
Sementara itu, siswa SMP mempelajari kisah Nabi Musa AS tentang keberanian memperjuangkan kebenaran serta keteguhan iman dalam menghadapi berbagai ujian. Adapun siswa SMA mempelajari kisah Nabi Yusuf AS yang menekankan nilai kesabaran, keikhlasan, serta integritas dalam menghadapi cobaan.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti materi dan aktif berdiskusi dengan wali kelas mengenai nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Pondok Ramadan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami kisah para nabi secara historis, tetapi juga mampu mengambil hikmah dan menjadikannya pedoman dalam membentuk karakter yang berakhlak mulia.
Sementara itu, salah satu siswa, Nurul Azizatus Safara mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari materi yang disampaikan.
"Setelah saya mendapatkan materi dari wali kelas tentang nabi Musa, perasaan saya senang karena mendapatkan pembelajaran bahwa sifat pantang menyerah, pemberani, dan pemaaf. Sehingga dapat meneladani kisah dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkap Nurul.
Wali kelas X2 Qonit Darojat mengatakan penyampaian materi menggunakan video animasi membantu siswa memahami kisah para nabi dengan cara yang lebih menarik.
"Siswa tidak hanya mengetahui ceritanya saja, tetapi juga dapat meneladani sifat sabar, jujur, dan pemaaf seperti yang dicontohkan oleh Nabi Yusuf dalam kehidupan sehari-hari," tutup Qonit.
Lihat juga Video: Beruntungnya Umat Nabi Muhammad SAW
(akd/ega)

















































