BGN Minta Warga Waspada Modus Penipuan Jual-Beli Titik Dapur SPPG

5 hours ago 3

Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan investigasi kasus dugaan penipuan jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan ini.

"Menurut saya harus ada investigasi yang berdasar fakta," kata Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan dilansir Antara, Selasa (11/3/2026).

Ia meminta masyarakat yang mendapatkan iming-iming jual-beli titik SPPG segera melapor ke Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) Call Center 127 agar segera dilakukan investigasi dan tindak lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BGN Dadan Hindayana juga meminta masyarakat hati-hati terhadap tawaran bisnis yang mengatasnamakan Program MBG dan meminta imbalan uang atau dalam bentuk apapun.

"Untuk masyarakat agar selalu cermat dan hati-hati dengan berbagai tawaran bisnis apapun, termasuk tawaran terlibat dalam Program MBG," ujar Dadan.

Ia menegaskan pelaku penipuan yang terbukti mengatasnamakan Program MBG akan dilaporkan dan ditindak tegas secara hukum.

"Jika orangnya kenal dengan alamat jelas, diproses sesuai prosedur. Jika jelas penipuan, dilaporkan secara hukum," ujar dia.

BGN menemukan maraknya penipuan yang mengatasnamakan program prioritas peningkatan kualitas gizi bangsa tersebut dengan banyak modus, salah satunya yang disampaikan oleh Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya, yakni iming-iming jual beli titik SPPG oleh oknum yang meminta biaya tertentu.

"Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu, waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta. Jadi saya lihat langsung ID-nya berapa, drop (turunkan) biar orang yang sudah membayar rugi," kata Sony.

Kasus terbaru dugaan penipuan yang mengatasnamakan Program MBG dilakukan oleh seorang perempuan asal Perumahan Pondok Permata, Kabupaten Babelan, Bekasi, Jawa Barat. Korban yang tertipu dikabarkan telah menyetorkan sejumlah uang senilai puluhan juta. Modus pelaku yakni mengiming-imingi membuka SPPG dengan keuntungan berkali-kali lipat.

Lihat juga Video: Bupati Lumajang Tutup Dapur SPPG karena Limbah Cemari Lingkungan

(rdp/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |