Divisi Humas Polri membentuk Satgas Humas Operasi Ketupat 2025. Ada 44 personel yang dilibatkan dalam satgas ini.
Apel dipimpin oleh Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir, Rabu (11/3/2025). Dia menyebut Satgas Humas dibentuk untuk menyebarkan informasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
"Ini kegiatan kalender Kamtibmas rutin yang kita laksanakan setiap tahun. Harapannya dari tahun ke tahun ada peningkatan kualitas, termasuk dalam penyampaian informasi kepada masyarakat," kata Isir di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan operasi menjadi momentum memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri. Dia mengatakan humas berperan mengelola informasi dan komunikasi publik.
Dia berharap informasi terkait arus mudik, pelayanan masyarakat, serta keamanan dapat tersampaikan secara cepat dan akurat kepada publik.
"Harapan Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo), momentum operasi kemanusiaan ini pun dapat memperkuat kepercayaan masyarakat bagi institusi Polri," tutur Isir.
Personel Satgas Humas akan bertugas di posko pusat serta sejumlah subsatgas seperti multimedia, pengelolaan informasi dan dokumentasi (PID), serta penerangan masyarakat (Penmas). Selain itu, tim Unit Kecil Lengkap (UKL) akan diterjunkan ke sejumlah titik prioritas jalur mudik.
Beberapa wilayah yang menjadi fokus pemantauan antara lain penyeberangan Merak di wilayah hukum Polda Banten, jalur mudik di wilayah Polda Jawa Barat, gerbang tol Kalikangkung di wilayah Polda Jawa Tengah, serta jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk di wilayah Polda Jawa Timur.
Isir mengatakan kolaborasi antara Satgas Humas tingkat pusat dengan tingkat Polda dan Polres merupakan hal penting. Dia mengatakan masyarakat harus mendapat informasi secara terintegrasi dan cepat.
"Tentunya dibutuhkan kolaborasi dengan kawan-kawan Satgas Humas yang ada di struktur operasi daerah, yaitu di tingkat Polda demikian juga yang ada di tingkat Polres. Banyak hal yang kemudian harus bisa dipotret oleh rekan-rekan," jelas Isir.
Selain menyampaikan informasi lalu lintas dan kondisi jalur mudik, Satgas Humas juga diminta untuk menginformasikan pemanfaatan hotline 110. Dia juga meminta Satgas melakukan sosialisasi keamanan rumah saat ditinggal mudik.
"Tolong yang ada di Posko memonitor kalau ada yang kemudian dia padat, macet, kemudian diarahkan keluar lagi nanti masuk lagi di gerbang tol mana, harapannya kemudian informasi ini bisa dimonitor terus oleh para warga kita yang sedang bergerak," kata Isir.
"Punya kita punya ada teknologi, entah itu WA blast, SMS blast, sampaikan tadi informasi simpel terkait dengan rekayasa lalu lintas menghindari titik perjumpaan kemacetan atau stuck. Lebih awal sudah bisa diinformasikan kepada masyarakat dan warga bisa kemudian mengantisipasi," sambungnya.
Dia meminta personel memantau perkembangan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk disampaikan kepada masyarakat. Dia meminta jajaran Humas Polri bekerja dengan setia dan ikhlas.
"Laksanakan tugas ini sebagai satu kehormatan. Bangga dengan panggilan tugas dan laksanakan dengan setia dan ikhlas," ujar Isir.
Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung pada 13 hingga 25 Maret 2026. Mudik 2026 mengusung tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'.
Lihat juga Video: Tagline 'Mudik Aman Keluarga Bahagia', Komitmen Korlantas Dalam Pengamanan Mudik
(ond/haf)

















































