Jakarta -
Setiap tahun, Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Zulhijah. Biasanya, penentuan Idul Adha di Indonesia bersamaan dengan penetapan 1 Zulhijah melalui sidang isbat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan awal bulan Hijriah ditentukan setiap tanggal 29 dengan cara:
- Hisab: Metode yang menggunakan data dan rumus pergerakan matahari serta bulan untuk menghitung kapan hilal kemungkinan muncul.
- Rukyat: Metode pengamatan langit untuk memastikan apakah hilal benar-benar terlihat atau belum.
Kemudian, hasil kedua metode ini akan dibahas dalam sidang isbat Kementerian Agama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kriteria Hilal MABIMS
Mengutip dari unggahan akun Instagram resmi BMKG @infobmkg, Indonesia memakai kriteria MABIMS untuk mengukur hilal. Di mana hilal dianggap memenuhi imnakur rukyat (visibilitas hilal) jika:
- Tinggi hilal minimal 3°
- Elongasi (jarak sudut bulan dan matahari) minimal 6,4°
Kalau belum memenuhi kriteria, hilal dianggap belum memungkinkan terlihat.
Mengapa Idul Fitri Sering Diumumkan Mepet?
Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal. Artinya, pemerintah harus memastikan dulu kapan masuknya tanggal 1 Syawal untuk menentukan hari raya. Masalahnya, penentuan itu dilakukan di tanggal 29 Ramadan setelah matahari terbenam, jadi hasil akhirnya memang baru bisa diumumkan di malam hari.
Alasan Idul Adha Bisa Diprediksi Lebih Awal
Berbeda dengan Idul Fitri, Idul Adha bukan jatuh pada tanggal 1 Zulhijah, tapi pada tanggal 10 Zulhijah. Jadi, yang sebenarnya ditentukan lewat sidang isbat adalah awal bulan Zulhijah atau tanggal 1 Zulhijah. Begitu tanggal 1 Zulhijah sudah diketahui, maka tanggal 10 Zulhijah otomatis tinggal dihitung. Itulah mengapa Idul Adha bisa diprediksi lebih awal dibanding Idul Fitri.
Peran BMKG Dalam Pengamatan Hilal
BMKG membantu menghitung:
- Posisi Bulan & Matahari
- Tinggi hilal
- Umur bulan
- Lag, yaitu selisih waktu terbenam Bulan dan Matahari
- Fraksi iluminasi, yaitu bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari
- Elongasi, yaitu jarak sudut Bulan dan Matahari
- Cuaca & ketebalan awan
- Visibilitas hilal, yaitu kemungkinan hilal terlihat
- Kecerlangan langit, yaitu tingkat terang langit saat pengamatan
(kny/zap)


















































