Pengelola Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), menerapkan penggunaan wadah ramah lingkungan berupa besek bambu untuk mendistribusikan daging kurban Idul Adha 2026. Meski demikian, penggunaan besek belum 100%.
Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Tatang Komara, menjelaskan bahwa penggunaan besek sudah dua tahun dilakukan pihak masjid. Hal ini dilakukan guna mengikuti imbauan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
"Kami untuk tahap pertama pakai besek. Karena sudah dua tahun ini kami pakai besek untuk yang satu pengurban, kemudian para (penerima) yang dekat ke sini, para pejabat semua kita siapkan besek di sini," kata Tatang kepada wartawan di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tatang mengakui bahwa penggunaan besek saat ini memang belum menyeluruh untuk seluruh paket daging kurban yang dibagikan. Untuk distribusi ke wilayah yang jauh, pihaknya masih menggunakan kantong plastik.
"Belum semuanya (pakai besek). Karena memang juga berkait dengan kondisi takutnya ada darah dan lain, kita tetap dilapisi dengan kantong kresek dan kita mengikuti imbauan juga tidak boleh pakai yang hitam gitu kan, kita yang putih ataupun yang warna merah," jelas Tatang.
Terkait distribusi, lanjut Tatang, Masjid Al Azhar tahun ini meniadakan pembagian kupon di lokasi untuk menghindari kerumunan dan potensi kericuhan. Pihak panitia menerapkan sistem delivery order (DO) atau mengantar langsung daging kurban ke penerima.
"Kami menghindari sekali kerumunan massa karena beberapa kali terjadi sedikit kericuhan. Maka kami sekarang siapnya DO, kita antar ke instansi pemerintah, pesantren, panti panti, serta perorangan," ungkapnya.
Adapun tahun ini, Masjid Al Azhar menyembelih 14 ekor sapi dan 43 ekor kambing. Seluruh kurban itu disembelih pada hari ini dan besok, Kamis (28/5).
"Nah kambingnya hari ini akan potong kita 42 ekor hari ini kambingnya dan besok hari kita akan potong kembali. Kita bersama dengan Hipmi Syariah DKI itu akan dipotong 3 ekor sapi dan 1 ekor kambing besok," tutur Tatang.
Tatang memastikan proses penyembelihan dilakukan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan sesuai syariat. Masjid Al Azhar, kata dia, bekerjasama dengan tim juru sembelih halal (juleha) yang telah bersertifikasi.
"Kami tidak sembarangan menggunakan jagal. Jagal yang sudah bersertifikasi, namanya juleha. Mereka memiliki etika adab bagaimana merobohkan sapi dan lain-lainnya supaya sesuai syariat," pungkas Tatang.
Lihat juga Video 'Saat Warga Foto Bareng Sapi Kurban Prabowo-Gibran':
(ond/rfs)


















































