Ortu Tewas Kesetrum saat Banjir Jakut, Biaya Sekolah Maulida Ditanggung Pemkot

2 hours ago 1
Jakarta -

Pasangan suami istri (pasutri) Hadi Warno (55) dan Naning Juniarti (50)meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik saat banjir awal pekan lalu. Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) menanggung biaya pendidikan anak pasutri tersebut.

"Kami memastikan keberlanjutan pendidikan Maulida yang saat ini duduk di kelas X SMA Yapenda tetap terjamin," kata Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, dilansir Antara, Kamis (15/1/2026).

Hadi dan Naning meninggalkan dua anak yakni Maulida Dwi Handayani (16) dan Zaskia Apriliani (19). Pemkot Jakut menawarkan bantuan biaya sekolah serta memberikan opsi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri tanpa adanya paksaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan bantu biaya sekolahnya. Mau tetap di Yapenda atau pindah ke sekolah negeri, silakan dipikirkan dengan tenang. Jangan pernah patah semangat," kata Hendra saat menemui Maulida dan Zaskia di RT 04/08, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing.

Hendra menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga tersebut. Ia menegaskan kehadirannya juga mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, sekaligus memberikan dukungan moril dan materi kepada kedua yatim piatu tersebut.

"Kami menyampaikan duka cita mendalam, simpati dan empati. Kami berharap Maulida tetap kuat, tabah dan tidak patah semangat. Kami akan hadir dan mendukung masa depan kalian," kata dia.

Pemerintah Kota Jakarta Utara juga memberikan satu unit komputer untuk menunjang kegiatan belajar Maulida. Hendra berkomitmen akan mendukung pendidikan Maulida hingga ke jenjang perguruan tinggi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para tetangga dan warga sekitar yang telah membantu keluarga korban. Dirinya menitipkan kedua anak tersebut kepada sanak saudara dan lingkungan sekitar agar terus diberikan perhatian dan dukungan.

"Saya juga titip anak-anak ini kepada sanak saudara dan tetangga. Berikan perhatian dan kasih sayang. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan keberkahan," katanya.

Kata Ketua RT Setempat

Sementara itu, Ketua RT 04/08, Kelurahan Semper Barat, Jaetun menjelaskan kedua orang tua Maulida dan Zaskia, yakni Hadi Warno dan Naning Juniarti ditemukan meninggal dunia di dalam rumah. Kedua korban yang juga merupakan penyandang disabilitas diduga tersengat aliran listrik dari kulkas yang kabelnya terkelupas, saat kondisi rumah terendam banjir setinggi sekitar 50 sentimeter.

"Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Maulida sepulang sekolah dan langsung meminta bantuan warga untuk melakukan evakuasi," kata Jaetun.

Kedua orang tua Maulida dan Zaskia telah dimakamkan di TPU Rorotan. Untuk sementara waktu, kedua anak tersebut akan tinggal bersama nenek mereka di kawasan Walang, Jakarta Utara.

Ia mengatakan peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di tengah musim hujan dan potensi banjir yang masih tinggi di Jakarta Utara.

"Kejadian ini mengingatkan kita untuk selalu waspada. Kami berharap ke depan, ada langkah-langkah antisipatif agar peristiwa serupa tidak terulang kembali," katanya.

(jbr/dhn)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |