Kronologi Penemuan Mahasiswi Unas Tewas dalam Kondisi Muntah Darah di Depok

7 hours ago 4
Jakarta -

Seorang mahasiswi Universitas Nasional (Unas) berinisial IP (22) ditemukan tewas dalam kondisi muntah darah di teras kosnya di Pangkalan Jati, Cinere, Depok. Korban sempat memanggil tetangga sebelum ditemukan tewas muntah darah.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/1/2026), pukul 16.14 WIB, di Pangkalan Jati, Cinere, Depok. Saksi berinisial SN sempat mendengar korban memanggil dan membuka pintu rumahnya.

"Menurut keterangan saksi SN pada haru Rabu, 14 Januari 2026, sekitar pukul 16.15 WIB, mendengar suara dari korban IP, 'Bude, sini, Bude'. Mendengar hal itu, saksi membuka pintu rumah," ujar Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh dalam keterangannya, Rabu (14/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SN melihat korban duduk di lantai teras dengan kondisi bercak darah di mulut seusai muntah darah. Korban kemudian tergeletak sembari mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Lalu (saksi) melihat IP duduk di lantai teras dengan kondisi ada bercak darah di mulut korban dan muntahan darah pada lantai. Tidak berselang lama, korban langsung tergeletak sambil mengeluarkan darah pada area mulut," jelasnya.

SN langsung meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban. Namun korban sudah tidak bernyawa.

Tinggal Seorang Diri di Kos

Chairul menyebutkan korban merupakan mahasiswi Universitas Nasional. Korban tinggal seorang diri di kos.

"Ya (korban) mahasiswa Unas, tinggal seorang diri," jelasnya.

Menurut saksi, korban tengah kuliah online atau daring di kosnya. Namun korban keluar kos dengan kondisi muntah darah.

"Dan menurut saksi, depan rumah kontrakannya bahwa almarhum masih kuliah online terus tiba-tiba keluar muntah darah dan jatuh depan rumah kontrakannya," tuturnya.

Pukul 17.00 WIB, tim Inafis Polres Metro Depok dipimpin Ipda Hendri dan dokter jaga UPT Cinere telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.

"Adapun hasil dari pemeriksaan dari dokter jaga UPT Cinere, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban maupun alat kelamin. Diketemukan bercak darah pada area mulut. Diduga korban meninggal dunia karena penyakit," tuturnya.

Polisi memastikan korban meninggal dunia karena sakit. Jasad korban akan dibawa pihak keluarga ke Toraja, Sulawesi Selatan.

Lihat juga Video: Ada Dugaan Pelecehan di Kasus Kematian Mahasiswi Unima

(dvp/rfs)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |