Komisi X DPR Minta SOP Dievaluasi Usai Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG

3 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, menyoroti ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo, diduga keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Lalu meminta standard operating procedure (SOP) dievaluasi.

"Ya tentu ini menjadi keprihatinan kita bersama, tetapi kami menyarankan agar tata kelola makan bergizi gratis ini terus dilakukan. Hari ini kita lihat Kepala BGN yang baru terus berikhtiar, berusaha, tata kelola bisa menjadi semakin baik," kata Lalu Hadrian di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Lalu mengatakan tata kelola dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sana mesti dievaluasi. Ia mengingatkan satu siswa sekali pun tak boleh menjadi korban keracunan MBG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi lagi-lagi, masih terjadi hal seperti ini maka ada hal yang harus dievaluasi, ada hal yang harus diperhatikan sehingga jangankan jumlahnya puluhan maupun ratusan, satu saja tidak boleh terdampak apalagi keracunan dari proses atau tata kelola yang tidak baik," ungkap dia.

Komisi X DPR RI meminta ada evaluasi seusai kejadian tersebut. Ia menyebut tujuan program MBG yang baik mesti disertai pelaksanaan yang terstruktur di lapangan.

"Silakan dievaluasi SOP-nya diperbaiki, kami di dari Komisi X mendorong agar tidak terjadi lagi hal-hal ini yang menimpa sekolah-sekolah lain yang ada di Indonesia. Program ini sangat bagus, tolong siapapun yang terlibat di pensuksesan program ini, ya, untuk menyukseskan program ini, harus betul-betul berjalan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan," kata dia.

SPPG Di-suspend

Diketahui, ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggul Angin, Sidoarjo, diduga keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) menyebutkan jumlah santri yang keracunan mencapai 512 orang.

"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," kata Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di BGN Ketut Sumedana dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Santri yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 80 orang. Sementara itu, 312 santri lainnya dinyatakan sudah pulang dan sembuh.

"Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang, namun demikian kita juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang," tuturnya.

BGN, kata Ketut, telah melakukan investigasi dengan menggandeng Dinas Kesehatan terkait. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin juga telah di-suspend dengan kategori berat.

"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya.

"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," imbuhnya.

Tonton juga video "Bupati Sidoarjo Sidak SPPG Kalitengah Setelah 516 Santri Keracunan"

(dwr/dek)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |