Waka MPR Ibaratkan Sampah Bantargebang Longsor Setinggi Gedung 17 Lantai

1 hour ago 1
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Fraksi PAN Eddy Soeparno menanggapi longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang menelan korban empat orang tewas. Eddy Soeparno mengatakan tumpukan sampah di Bantargebang perlu penanganan yang serius.

"Saya mengucapkan belasungkawa atas tewasnya sejumlah pekerja yang ada di Bantargebang tertimbun oleh tumpukan sampah," kata Eddy Soeparno kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Eddy menilai tumpukan sampah di Bantargebang setingkat gedung 17 lantai. Eddy menyebut hal ini merupakan permasalahan yang serius dan membahayakan warga sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang Bantargebang itu kalau diibaratkan dengan gedung, itu adalah gedung setingkat 17, tingkat 17 sehingga tumpukan sampah memang sangat tinggi sekali sehingga berbahaya baik dari kemungkinan longsor maupun dari gas metan yang dihasilkannya bisa sangat rentan untuk terbakar," katanya.

Eddy menilai penanganan sampah di Indonesia sudah masuk kondisi darurat. Mayoritas sampah terdiri dari sisa makanan dan sampah plastik.

"Tetapi ini adalah bentuk daripada kondisi sampah kita yang sudah masuk fase darurat. Nah, oleh karena itu pemerintah telah mengeluarkan Perpres 109 Tahun 2025 untuk penanganan sampah melalui pembakaran sampah menjadi listrik atau energi terbarukan, PSEL (Pembangkit Sampah Energi Listrik)," katanya.

Kendati demikian, Eddy menyebut PSEL membutuhkan waktu 18 bulan hingga 2 tahun untuk beroperasi. Maka dari itu, perlu ada langkah sementara untuk penanganan sampah di Indonesia.

"Untuk itu harus ada tindakan sementara yang harus dilakukan untuk penanganan sampah ini. Di antaranya adalah untuk menyediakan lahan untuk penampungan sementara. Karena mau tidak mau sampah akan tetap diproduksi dan dibutuhkan lahan untuk menampungnya," ujar Eddy.

"Sebagaimana dilakukan oleh Pemkot Bandung dengan menyewa lahan di Kabupaten Bandung Barat untuk menempatkan sampah sementara sambil dibangun insinerator atau pembangkit sampah energi listrik tersebut," tambahnya.

Anggota Komisi XII DPR tersebut menyebut harus ada langkah progresif terhadap mereka yang membuang sampah secara sembarangan. Untuk saat ini, masyarakat diminta memilih sampah secara mandir untuk mengurangi tumpukan di tempat pembuangan akhir.

"Nah, dan ini adalah penyelesaian di hilir. Kita juga perlu penanganan di hulu. Hulu itu perlu ditangani dengan memberikan edukasi, peningkatan kapasitas kepada masyarakat agar melakukan pemilahan sampah, memanfaatkan bank sampah untuk melakukan pengolahan sampah lebih baik lagi," kata Eddy.

"Di samping itu juga perlu adanya penegakan hukum, terutama terhadap mereka-mereka yang melakukan pembuangan sampah secara ilegal yang kemudian tidak melakukan penataan sampah secara teratur," tambahnya.

Sebelumnya, longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan empat korban tewas. Polisi memperkirakan ada 10 korban yang tertimbun.

"Berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo, dalam keterangannya, Senin (9/3).

(dwr/rfs)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |