Bekasi -
Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat longsor dan memakan korban jiwa. Sebanyak empat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Insiden ini terjadi pada Minggu (8/3) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu sejumlah truk sedang mengantre melakukan pembongkaran muatan sampah.
Tiba-tiba saja, gunungan sampah longsor dan menimpa sejumlah truk dan warung yang ada di sekitar lokasi. Beberapa saat setelah kejadian, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Unit Siaga SAR Bekasi, dan BPBD Provinsi DKI Jakarta melakukan proses evakuasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bantargebang juga turun ke lokasi membantu proses evakuasi. Polisi menurunkan unit K9 untuk membantu pencarian korban.
Proses evakuasi dilakukan sejak Minggu (8/3) siang. Dalam rekaman video dokumen BNPB terlihat salah satu korban diangkat dari tumpukan sampah.
Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan alat berat. Dua orang yang berada di atas bucket ekskavator terlihat mengangkat jenazah korban dengan bantuan beberapa warga di bawah.
Tidak hanya korban tewas, petugas gabungan juga mengevakuasi truk sampah yang tertimbun longsor. Truk sampah tersebut tampak ringsek saat diangkat ekskavator.
Potret evakuasi truk ringsek yang tertimbun longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026). Foto: dok. BNPB
BNPB menekankan pentingnya keamanan dalam proses pencarian, mengingat prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Stabilitas material longsor yang masih labil berisiko memicu pergerakan tanah susulan, sehingga tim di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan yang ketat agar tidak menambah korban jiwa.
BNPB turut mengimbau masyarakat dan pengelola kawasan di sekitar TPA, termasuk wilayah lain dengan topografi lereng perbukitan, maupun kaki gunung untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi pergerakan tanah. Masyarakat diminta segera mengevakuasi diri ke tempat aman jika melihat tanda-tanda retakan tanah atau curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus.
4 Korban Tewas
Polisi menyebutkan jumlah korban tewas longsor sampah di TPST Bantargebang sebanyak 4 orang. Para korban merupakan dua orang sopir truk, satu pemulung, dan satu orang lainnya pedagang kopi.
"Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, EW (26) pemulung, DS (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan IS (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo, dalam keterangannya, Senin (9/3/3036).
Sementara itu, polisi memperkirakan ada 10 korban yang tertimbun longsor dan saat ini masih dilakukan pencarian. Polisi menurunkan Unit K9 untuk membantu pencarian korban.
"Berdasarkan data sementara, jumlah korban diperkirakan mencapai sekitar 10 orang, terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga sekitar yang beraktivitas sebagai pemulung," jelasnya.
Tonton juga video "Gunung Sampah di Bantargebang Longsor, 3 Orang Tewas"
(mea/dhn)


















































