Waka MPR Dorong Pemanfaatan Arsip untuk Bahan Ajar Sejarah

3 hours ago 1

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan pentingnya peningkatan pemanfaatan arsip nasional. Menurutnya, arsip nasional mampu menjadi bahan pembelajaran sejarah yang hidup dan kontekstual sebagai bagian upaya menjawab tantangan di masa depan.

"Arsip memiliki peran yang luar biasa untuk mengungkap berbagai fakta di masa lalu. Kekayaan arsip nasional tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen yang tersimpan di rak, melainkan harus menjadi pengetahuan yang dapat diakses luas oleh masyarakat, terutama sebagai sumber pembelajaran yang otentik," kata Lestari Moerdijat, Jumat (28/8/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Kamis (27/8), menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Langkah ini dibarengi dengan penyerahan arsip statis Kemendikdasmen, termasuk naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan momentum strategis untuk mendorong peningkatan pemanfaatan arsip nasional sebagai bahan pembelajaran sejarah yang hidup dan kontekstual. Dia berpendapat penguatan memori kolektif bangsa melalui arsip adalah kunci untuk menjawab tantangan masa depan.

"Apalagi, berdasarkan catatan ANRI pada 2025, nilai pengelolaan arsip Kemendikdasmen mencapai 98,14 dengan tingkat digitalisasi arsip mencapai 98,09," jelasnya.

Dia mengatakan capaian tersebut merupakan modal strategis untuk mengintegrasikan arsip ke dalam kurikulum. Lestari pun mendorong agar kolaborasi serupa dapat terus diperluas dan diikuti oleh kementerian dan lembaga lainnya.

Lestari optimistis dengan pengelolaan yang baik dan kemasan yang kreatif arsip nasional akan menjadi dokumen hidup yang tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dan pembangun karakter generasi penerus bangsa.

"Penggunaan sumber sejarah yang kuat, diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus berdebat mengenai sejarah bangsa sendiri tanpa dasar dokumentasi yang memadai. Dengan arsip, kita membangun peradaban," tutupnya.

Tonton juga video "Ketua MPR Sebut Korban Bencana Sumatera Dapat BPJS Kesehatan Gratis"

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |