Pembangunan jembatan di Jalan Warung Pojok RT 05 RW 02 terhambat lantaran alat yang digunakan untuk mengerjakan jembatan tersebut dicuri. Warga kemudian berinisiatif membangun jembatan bambu sebagai akses sementara.
Patungan jembatan bambu yang dibuat warga itu viral di media sosial (medsos). Jembatan dibangun swadaya oleh warga setelah jembatan beton dibongkar pada 2024.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat detikcom dalam medsos Instagram, Jumat (28/8/2026), tampak jembatan yang menjadi akses warga untuk menyeberangi Kali Semongol itu dibangun menggunakan bambu.
Pramono Pastikan Jembatan Dibangun dengan Beton
Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan jembatan beton di sana akan dilanjutkan. Dia mengatakan jembatan tersebut dibongkar oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta karena ada pekerjaan pengerukan di lokasi.
"Jembatan kayu di Tegal Alur ini dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air. Kenapa dilakukan pembongkaran oleh Dinas Sumber Daya Air? Karena memang di tempat itu dulunya ada alat yang kemudian harus melakukan pengerukan," kata Pramono di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).
Penyebab Jembatan Mangkrak
Pramono mengungkap Jembatan Semongol mangkrak dibangun lantaran alat yang digunakan untuk pekerjaan tersebut mengalami vandalisme dan dicuri. Adapun barang yang dicuri adalah suku cadang alat sehingga tidak dapat beroperasi.
"Tetapi yang menyedihkan adalah alat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian sehingga ada spare part-nya atau suku cadangnya yang diambil sehingga alat itu tidak bisa beroperasi," ujarnya.
Pramono Minta Pembangunan Jembatan Dilanjutkan
Pramono mengatakan telah meminta Dinas Sumber Daya Alam (SDA) melanjutkan pekerjaan tersebut. Setelah pekerjaan terkait sumber daya air selesai, jembatan akan dibangun kembali.
"Maka untuk itu saya sudah meminta kepada Dinas Sumber Daya Air untuk tetap diteruskan. Nanti kalau pengerjaan sumber daya air sudah selesai, maka yang jembatan kayu akan kita selesaikan menjadi jembatan konkret," tuturnya.
Pramono mengatakan jembatan kayu yang saat ini digunakan berpotensi membahayakan. Karena itu, jembatan tersebut nantinya akan dibuat permanen menggunakan beton.
"Karena memang kalau kayu itu membahayakan bagi masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu, Kasudin SDA Jakarta Barat Mustajab mengungkap komponen yang hilang. Salah satunya spare part.
"Ada komponen yang dicuri. Akinya juga hilang. Terus komponen spare part istilahnya kayak otaknya," kata Mustajab, dilansir Antara, Jumat (28/8/2026).
Dia mengatakan suku cadang pengganti saat ini sedang dipesan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan bagian peralatan agar perbaikan dapat dilakukan secepatnya.
Setelah selesai digunakan untuk pekerjaan di Kali Semongol, alat itu rencananya akan dipindahkan untuk mendukung kegiatan lain.
"Spare part-nya lagi diorder. Saya juga sudah koordinasi dengan (unit) alkal juga secepatnya karena alat ini kalau sudah selesai mau kita pindahkan untuk kegiatan lain," tutur Mustajab.
Bangun Jembatan Sementara
Untuk itu, pihaknya akan membangun jembatan sementara di lokasi tersebut. Pembangunan jembatan sementara, kata Mustajab, akan dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Adhi Karya.
"Yang akan kita perbaiki, tapi sifatnya tetap sementara, tapi yang lebih proper, sehingga warga yang menggunakan untuk menyeberang itu tidak mengkhawatirkan," kata Mustajab.
Menurutnya, pembangunan jembatan sementara dilakukan sembari menunggu proses normalisasi Kali Semongol selesai. Saat ini, Dinas SDA tengah meningkatkan kapasitas Kali Semongol dengan memasang turap (sheet pile) precast.
4 Jembatan Permanen
Setelah normalisasi Kali Semongol selesai, jembatan permanen akan dibangun menggantikan jembatan sementara.
"Nanti kalau sudah selesai normalisasi Kali Semongol, di titik tersebut akan dipasang jembatan permanen," ujar Mustajab.
Pembangunan jembatan permanen tersebut sudah masuk kontrak Dinas SDA. Rencananya, terdapat empat titik jembatan yang akan dibangun secara permanen.
"Kalau untuk jembatannya empat titik rencana," kata dia.
Adapun pekerjaan normalisasi Kali Semongol ditargetkan selesai pada akhir 2026. Pekerjaan tersebut mencakup pengerukan serta pemasangan tanggul atau turap di sisi kanan dan kiri kali.
Warga Keluhkan Jembatan Mangkrak
Warga sempat mengeluhkan kondisi pembangunan jembatan yang mangkrak. Struktur yang biasa disebut warga sebagai Jembatan Semongol itu sehari-hari digunakan sebagai akses menuju pasar dan sekolah.
Salah satu warga, Ana Haryanti, mengaku kondisi jembatan itu sebelumnya masih bagus. Namun, jembatan kemudian dibongkar petugas dengan alasan akan diperbaiki.
"Janjinya mau didandanin, cuma udah mau tiga tahun belum didandanin juga," kata Ana di lokasi, Senin (24/8).
(dek/lir)

















































