1 Warga Meninggal di Pejompongan Semalam, Polisi Bantu Evakuasi

2 hours ago 1

Jakarta -

Polisi menerima laporan adanya warga meninggal saat aksi rusuh terjadi di Pejompongan, Jakarta, kemarin. Pihak kepolisian membantu melakukan evakuasi setelah menerima laporan tersebut.

"Jadi berawal dari adanya informasi masyarakat kepada pihak kepolisian. Kita mengetahui bahwa di lokasi itu masih terjadi kerusuhan, sehingga Polri pun untuk melakukan evakuasi harus melihat menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas yang melakukan evakuasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Setelah lokasi aman, kata Budi, Biddokes Polda Metro mengevakuasi korban yang saat itu sudah dalam kondisi pingsan. Namun nahas, korban dinyatakan meninggal dunia saat ditangani dokter di RS TNI AL Mintohardjo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga pada saat lokasi itu sudah diamankan Biddokes Polda Metro Jaya mengevakuasi seseorang laki-laki yang dalam kondisi pingsan. Rumah sakit terdekat adalah RS Mintohardjo, dibawa ke rumah sakit tapi pada saat penanganan di RS yang bersangkutan meninggal dunia," ujarnya.

Pada pukul 23.30 WIB, korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan proses identifikasi. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap korban.

"Setelah dilakukan identifikasi dilakukan pelaksanaan visum tadi pagi kami juga bertemu pihak keluarga almarhum, anak kandung yang bersangkutan tidak bersedia dilakukan autopsi. Kami tetap melakukan mengajukan permohonan untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian. Ini juga ditolak pihak keluarga dan sudah mengeluarkan surat pernyataan," jelasnya.

Budi menambahkan polisi belum bisa meminta keterangan pihak keluarga korban lantaran masih dalam kondisi berduka. Polisi menegaskan peristiwa ini menjadi pembelajaran agar semua pihak menciptakan ruang aman saat aksi unjuk rasa.

"Kami masih melihat satu sisi empati, satu sisi kedukaan keluarga sehingga pihak penyelidik belum bisa untuk meminta keterangan lebih lanjut. Tapi dengan adanya peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa menciptakan ruang aman bukan hanya bagi penyampai aspirasi, ada masyarakat masyarakat lain yang harus dilindungi dijaga harkat martabat jiwa dan keselamatan," tuturnya.

(wnv/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |