Jakarta -
Ratusan anak di bawah umur diamankan terkait kericuhan setelah berakhirnya aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, kemarin. Penyidik saat ini mendalami adanya dugaan eksploitasi anak dalam peristiwa tersebut.
"Saat ini penyidik juga sedang melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang menggunakan dan memanfaatkan atau mengeksploitasi anak-anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang melawan hukum," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam jumpa pers Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Hal tersebut dikatakan berpotensi melanggar peraturan terkait dengan perlindungan anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dikarenakan hal tersebut dapat berpotensi melanggar norma sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak tentang pelibatan dan eksploitasi terhadap anak," bebernya.
322 Orang Diamankan
Sebelumnya, polisi mengamankan ratusan orang terkait kericuhan setelah berakhirnya aksi demonstrasi di depan gedung DPR/MPR kemarin. Ratusan orang tersebut masih diperiksa dan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 322 orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Dari kelompok usia, 162 orang dewasa berusia sekitar 18 sampai dengan 40 tahun yang ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, serta 160 anak berusia rentang 12 sampai dengan 19 tahun yang ditangani oleh Direktorat PPA dan PPO Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta.
Di lokasi yang sama, Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin merinci ratusan orang yang telah diamankan tersebut. Di antara mereka yang diamankan, sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Pada saat ini PMJ telah melakukan pemeriksaan terhadap 315 orang yang pada saat terjadi aksi kerusuhan pada 27 Agustus 2026 dari satu tempat di wilayah sekitar gedung DPR RI," kata Iman.
Polisi mengatakan ratusan orang yang diamankan ini diduga membuat kerusuhan dan perusakan setelah berakhirnya demo di depan gedung DPR pada (27/8) kemarin. Polisi membagi ke dalam tujuh klaster terhadap ratusan orang yang diamankan ini.
(rdh/lir)

















































