Polisi mulai mengidentifikasi pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Berdasarkan hasil analisis digital, polisi menyebutkan pelaku punya ketenangan dalam menjalankan aksinya.
"Kemudian apakah jaringannya sudah terlatih? Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Dia mengatakan ketenangan para pelaku terlihat sejak perjalanan. Kemudian, pada saat berpindah ke titik-titik lain hingga menjelang kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam melakukan perjalanan, dari mulai satu titik ke titik yang lain, pada saat menjelang-menjelang kejadian," jelasnya.
Sebelumnya, polisi telah mengungkap rute yang dilalui terduga pelaku penyiraman air keras Andrie Yunus yang terjadi pada Kamis (12/3) malam. Polisi menyebut rute tersebut diketahui dari hasil pengecekan rekaman CCTV di sejumlah titik.
"Para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas dengan jalur dimulai dari pergerakan para pelaku ini dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Medan Merdeka Timur, sekitar Stasiun Gambir," kata Kombes Iman.
Iman mengatakan pelaku kemudian menyusuri Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat. Setelah itu, para pelaku menuju Jalan Medan Merdeka Barat.
"Dari Jalan Medan Merdeka Barat selanjutnya menuju kawasan Tugu Tani. Jadi kalau mengikut alurnya melingkari Monas menuju kawasan Tugu Tani," ujar Iman.
Dari kawasan Tugu Tani, para terduga pelaku sempat menuju SPBU yang terdapat di Cikini, Jakarta Pusat. Iman mengatakan para terduga pelaku kemudian menuju kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dia mengatakan Andrie sempat mengisi bahan bakar di SPBU di Jalan Cikini Raya. Sekitar pukul 23.35 WIB, para terduga pelaku terlihat berada di SPBU tersebut.
"Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini. Kemudian, mengikut korban yang bergerak ke Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba I. Saat kejadian pada pukul 23.37 WIB, hari Kamis 12 Maret 2026 di Jalan Salemba I persimpangan Jalan Talang wilayah Jakarta Pusat, di sana tempat kejadian perkara terjadi," ujar Iman.
Setelah kejadian, dua motor pelaku kabur ke arah berbeda. Satu motor yang ditumpangi OTK 1 dan 2 melawan arus di Jalan Salemba Raya menuju Senen, menuju Jalan Kramat Raya, Tugu Tani lalu ke arah Stasiun Gondangdia lalu ke Jakarta Selatan.
Sementara, satu kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan 4 lanjut melaju lurus ke Jalan Pramuka Sari II ke Matraman lalu lanjut ke Jatinegara, lalu ke Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur.
Saksikan Live DetikSore:
(rdh/haf)


















































