Jakarta -
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan, sudah kembali berjalan normal pascateror bom. Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Kamtono memastikan kondisi sekolah hari ini sudah aman.
"Ya, dari hari ini MPLS hari kedua berjalan dengan lancar. Teman-teman tadi sudah melihat kita mengadakan senam bareng, kemudian alhamdulillah didatangi ya Bapak Menteri Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ya," kata Kamtono kepada wartawan di lokasi, Selasa (14/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamtono mengatakan, hari ini sekolahnya mengagendakan trauma healing dan edukasi kepada orang tua siswa, hingga guru-guru. Dalam hal ini sekolah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).
"Jadi itu merupakan penyembuhan luka yang kemarin. Kejadian kemarin yang pun berakibat, mungkin di hati anak ada traumanya, ada juga mungkin orang tuanya, mungkin ada juga gurunya juga sama. Kita berusaha untuk menormalkan kembali," jelasnya.
Kamtono tak memungkiri banyak guru yang sempat panik dan gelisah saat ancaman bom kemarin. Untuk itu segala upaya antisipasi dilakukan agar tak ada lagi teror di sekolah.
"Kalau gurunya karena di depan saya, saya rada tahu.ya, rada gelisah emang. Cuma kita sebagai guru harus meminimalkan kejadian ini dan jangan sampai terulang kembali ke sekolah lain. Kasihan anak-anak dikala sudah MPLS, masa pengenalan mereka belum kenal, tertunda," imbuh dia.
Dia melanjutkan, beberapa murid sempat menyadari ada teror bom di sekolahnya, terutama yang sudah beranjak remaja. Untuk itu dia meminta bantuan kepada tim psikologi untuk menyembuhkan luka mereka.
"Tadi saya sudah ngomong sama beliau (ahli psikologi), ahlinya terutama kalau saya masalah lagi ini, prihatin ke anak yang bersangkutan. Karena otomatis ada beban mental. Takutnya dia malah enggak mau sekolah. Di kala tidak mau sekolah, tidak hanya dia, kita juga guru kan merasa kasihan. Karena kita sebagai guru kan harus punya kewajiban membina dia, mendidik dia, mencerdaskan dia, bagaimana nanti masa depannya," ucapnya.
Pelaku Ditangkap
Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait ancaman teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku pria berinisial MY (34) sudah ditangkap.
"Untuk pelaku satu orang inisial MY yang beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Sementara itu, Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jaksel Ipda Alpino De Tech mengatakan pelaku berinisial MY ditangkap kurang dari 24 jam, tepatnya pada pukul 12.20 WIB siang tadi di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jaksel. Pelaku ditangkap di rumahnya tak jauh dari sekolah.
Polisi mengungkapkan fakta lain terkait sosok MY. Ternyata MY adalah orang tua salah satu siswa di sekolah tersebut.
"Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya pelaku juga bersekolah di sekolah tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/7).
Iman mengatakan pelaku sempat menjemput anaknya setelah mengirimkan pesan tersebut. Sebagaimana diketahui, para siswa di SDN itu dibubarkan dan diminta pulang setelah adanya teror bom.
"Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut," imbuhnya.
(tsy/azh)

















































