Haedar Nashir Minta Tak Ada Kompromi untuk Pelaku Pelecehan di UAD dan UMY

1 hour ago 1

Yogyakarta -

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta tak ada kompromi dalam penanganan kasus dugaan pelecehan di dua perguruan tinggi naungan Muhammadiyah, yaitu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dia menegaskan kasus tersebut harus ditangani serius.

"Saya mendengar dan percaya ini ranah rektor yang sedang melakukan langkah-langkah serius dan sangat serius. Dan saya berharap, meminta agar langkah serius ini ditindaklanjuti untuk tindakan-tindakan yang tegas tanpa kompromi," kata Haedar di Prime UMY Hotel Convention & Dormitory, Bantul, seperti dilansir detikJogja, Selasa (14/7/2026).

Haedar menyerahkan sanksi terhadap pelaku ke rektor. Haedar menegaskan masalah pelecehan seksual tidak akan diberi ruang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini wilayah yang memang wilayah etika, moral, dan ruang publik yang berharap bahwa kita semua tidak memberi ruang pada masalah-masalah yang bersifat demoralisasi, yang bersifat peluruhan potensi bangsa termasuk narkoba, dan berbagai masalah lainnya yang memang itu harus menjadi komitmen seluruh lembaga pendidikan di Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual terjadi di UMY dan UAD. Untuk kasus di UMY, seorang dosen farmasi diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswanya. Pihak UMY menjamin kasus itu sedang diusut dan dosen telah dinonaktifkan.

Berikutnya, kasus pelecehan di UAD diduga dilakukan seorang mahasiswa kepada dua mahasiswi saat Kuliah Kerja Nyata (KKN). UAD menyampaikan pihak kampus turut prihatin kepada korban dan menegaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) telah menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur.

Simak selengkapnya di sini.

(haf/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |