SPPG di Sanggau Ditutup Sementara Usai Kepala dan Pegawai Ribut soal Gaji

4 hours ago 4

Sanggau -

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kapuas Sungai Sengkuang di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dihentikan sementara. Penutupan dilakukan setelah kepala SPPG dan pegawainya ribut soal sistem gaji.

Dilansir detikKalimantan, Selasa (17/3/2026), Koordinator Program MBG Regional Kalbar, Agus Kurniawi, mengatakan penghentian operasional dilakukan sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut. Penghentian operasional tersebut tertuang dalam surat bernomor 963/D.TWS/03/2026 tertanggal 15 Maret 2026 yang diterbitkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Operasional dapur SPPG Sungai Sengkuang dihentikan sementara sampai proses pemeriksaan selesai dan manajemen organisasi di lokasi tersebut dinyatakan kembali sesuai ketentuan program MBG," kata Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan penghentian sementara diambil setelah adanya laporan dari Kepala SPPG Sanggau Kapuas Sungai Sengkuang pada 14 Maret 2026. Laporan itu terkait masalah manajemen serta dugaan provokasi relawan terkait sistem penggajian yang dibayarkan secara rapel saat distribusi menu MBG.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Sanggau yang juga Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, mengatakan sejumlah relawan dan karyawan SPPG mengadu belum menerima gaji. Menurut Susana, sekitar 20 orang mendatanginya untuk menyampaikan keluhan terkait pembayaran upah yang belum diterima atau tidak sesuai.

"Sabtu kemarin saya didatangi sekitar 20-an orang karyawan yang mengaku belum digaji atau gajinya tidak sesuai. Mereka sempat ditantang oleh Kepala SPPG, kalau mau melapor silakan lapor ke Ketua Satgas," katanya.

Simak selengkapnya di sini.

Simak juga Video 'Pemerintah Mau Efisiensi Anggaran Imbas Perang, Tapi MBG Nggak Kena':

(haf/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |