Pesawat ATR Jatuh di Maros, Evakuasi Masih Berjalan

3 hours ago 2

Jakarta -

Memasuki hari ketiga usai jatuhnya pesawat ATR berjenis 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Hingga saat ini tim SAR masih mengusahakan evakuasi yang terkendala cuaca buruk di area titik jatuhnya pesawat.

Seperti ditulis detikcom pada Minggu (18/1), proses evakuasi akan dilanjutkan pada Senin (19/1/2026). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Basarnas, Mohammad Syafii. Dirinya mengatakan jika proses evakuasi ini akan menggunakan jalur udara dan darat. Meski demikian, dirinya menyebut jika proses ini tetap akan memperhatikan kondisi cuaca di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

"Opsi evakuasi besok adalah evakuasi dengan jalur udara Helikopter Caracal akan mencoba mendarat di puncak untuk melakukan evakuasi menggunakan metode hoist (ditarik dari helikopter). Apabila kondisi tidak memungkinkan jalur udara, maka evakuasi dilakukan melalui jalur darat oleh tim SAR gabungan," ujar Syafii di Kantor Basarnas Makassar, Sulawesi Selatan, dilansir Antara, Minggu (18/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soal rencana evakuasi hari ini, Basarnas menyebut jika akan memaksimalkan jalur udara terlebih dahulu. Evakuasi via udara ini nantinya akan menggunakan Helikopter Caracal. Tim akan mencoba mendarat di puncak untuk melakukan evakuasi menggunakan metode hoist (ditarik dari helikopter). Namun jika kondisi tidak memungkinkan jalur udara, maka evakuasi dilakukan melalui jalur darat oleh tim SAR gabungan.

Sementara itu tim evakuasi darat sudah mendirikan tenda dekat dengan ditemukannya serpihan pesawat di puncak Gunung Bulusaraung sejak hari kedua. Hingga saat ini, sudah ditemukan satu korban jatuhnya Pesawat ATR 42-500. Korban pertama yang ditemukan tersebut berjenis kelamin laki-laki, ditemukan di jurang berkedalaman 200 meter.

Ada apa di balik peristiwa nahas ini? detikSore akan mencoba mengulasnya bersama Pengamat dan Konsultan Penerbangan, Gerry Soejatman.

Masih membahas soal jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, detikSore akan melihat situasi terkini di pusat informasi Operasi SAR. Bagaimana kabar terbaru evakuasi para korban? Simak laporan langsung Jurnalis detikSulsel selengkapnya.

Menjelang matahari terbenam nanti, detikSore akan menghadirkan ikon di dunia lari jarak jauh Indonesia. Ia dikenal berkat deretan prestasi gemilang di level nasional hingga internasional.

Ialah Triyaningsih si "Ratu Lari Jarak Jauh Indonesia", kolektor 11 medali emas SEA Games. Bukan hanya itu, Triyaningsih adalah pemegang rekor internasional di nomor 5.000 meter, 10.000 meter, hingga maraton.

Meski tak lagi berada di lintasan, kini Triyaningsih tetap eksis di dunia lari sebagai pelatih lari bagi pelari pemula hingga lanjutan, dengan fokus pada pembinaan atlet muda usia 9-18 tahun. Tidak hanya itu, ia juga menjalankan misi kemanusiaan dengan menggalang dana bagi anak-anak penderita katarak kongenital melalui kampanye RunForCongenitalCataract.

Lantas apa yang membuat Triyaningsih jatuh cinta pada dunia lari jarak jauh? Benarkah ia melihat lari bukan hanya sebagai olahraga? Temui Triyaningsih dalam Sunsetalk nanti.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |