Jakarta -
Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menyinggung syarat TOEFL pendaftaran LPDP di angka 700-800 yang hanya bisa dicapai oleh orang kaya. LPDP menegaskan pihaknya tak pernah menetapkan syarat TOEFL di rentang angka tersebut.
"LPDP tidak pernah menetapkan persyaratan TOEFL pada kisaran 700-800. Rentang tersebut tidak sesuai dengan standar tes resmi, mengingat skor maksimum TOEFL ITP adalah 677 sehingga secara teknis tidak dapat dijadikan acuan persyaratan," kata Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP M. Lukmanul Hakim saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukman mengatakan kemampuan bahasa Inggris berpedoman pada kebutuhan akademik perguruan tinggi yang dituju. Menurutnya, LPDP telah memberikan pengecualian persyaratan bahasa Inggris untuk peserta jalur afirmasi.
"Persyaratan kemampuan bahasa Inggris yang berlaku saat ini disusun berdasarkan kebutuhan akademik perguruan tinggi tujuan dan bertujuan memastikan kesiapan calon penerima beasiswa dalam menjalani studi, bukan untuk membatasi akses pendaftar," kata Lukmanul.
"Selain itu, untuk peserta jalur afirmasi yang mendaftar pada universitas dalam negeri, LPDP memberikan pengecualian persyaratan bahasa Inggris agar kesempatan memperoleh beasiswa tetap terbuka secara luas dan inklusif," sambungnya.
LPDP mengatakan pihaknya berkomitmen memperluas akses pendidikan tinggi yang berkeadilan. Evaluasi akan dilakukan secara berkala tanpa mengurangi standar kualitas.
"LPDP berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi yang berkeadilan bagi seluruh anak bangsa, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu, daerah afirmasi, maupun penyandang disabilitas. Evaluasi kebijakan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan inklusivitas tanpa mengurangi standar kualitas akademik yang diperlukan demi keberhasilan studi," ucapnya.
Sebelumnya, Bahlil mengatakan kualitas seseorang tak ditentukan dari sekolah melainkan pribadi masing-masing. Bahlil menyinggung syarat TOEFL di rentang 700, 800 yang hanya dicapai oleh orang-orang kaya.
"Saya termasuk salah satu yang menganut mazhab sekolah tidak menjamin kualitas seseorang. Yang menjamin kualitas seseorang itu adalah orang itu sendiri," ucap Bahlil di Ponpes Az-Zainiyyah, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026).
"(Pesantren) pasti punya kualitas yang jauh lebih baik. Cuma sentuhannya yang harus dilakukan. Kesempatannya yang harus diberlakukan. Jangan disuruh syaratnya itu harus bahasa Inggris TOEFL 700, 800, ya itu mah orang-orang kaya aja," tambahnya.
Lihat juga Video: Komisi X DPR Minta LPDP Evaluasi Rekrutmen Penerima Beasiswa
(dwr/gbr)


















































