Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menargetkan pendataan untuk penyaluran bantuan kompensasi rumah rusak rampung pada akhir Januari. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera kini tengah melakukan proses validasi data.
"Kita upayakan akhir Januari data sudah clear semua. Kita berharap dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) sudah memvalidasi data secara keseluruhan dan dijadikan dasar oleh BNPB untuk pembayaran terkait rumah rusak ini," ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran di gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Amran menjelaskan data tersebut diklasifikasikan berdasarkan daerah masing-masing. Data tersebut kemudian akan divalidasi oleh pemerintah daerah setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah itu divalidasi. Dan jelas data ini berdasarkan sumber dari daerah, pemerintah daerah, kepala daerah mengusulkan tanda tangan, bahkan nanti akan divalidasi bersama dengan dari pemerintah daerah setempat ya, Forkopimda, untuk bisa memastikan bahwa data ini akurat dan valid," katanya.
Amran menjelaskan bantuan baru bisa dibayarkan setelah data akurat dan valid. Data tersebut akan divalidasi oleh BPKP.
"NIK (nomor induk kependudukan) menjadi dasar untuk mekanisme validasi data ini dan terakhir oleh BPKP akan dicek secara keseluruhan, tidak ada yang dobel misalnya, maka baru terakhir bisa dibayarkan setelah valid oleh data yang sudah akurat tersebut," ujarnya.
Amran memastikan penyaluran bantuan akan diproses secepatnya setelah pendataan selesai. Ia menegaskan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera memperbarui data yang valid setiap harinya.
"Secepatnya. Begitu data sudah valid semuanya. Ini kan percepatan. Satgas setiap hari mengupdate bahkan kita berharap tidak perlu menunggu sampai akhir bulan apabila data sudah lengkap semua dan sudah valid akan segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu batas waktu. Begitu selesai semua validasi data akurat, valid, maka akan segera dibayarkan," ujarnya.
(isa/isa)

















































