Muncul Dugaan Pengeroyokan, Konflik Meruncing di Keraton Solo

2 hours ago 3

Jakarta -

Konflik di antara dua kubu di Keraton Solo meruncing. Terbaru, muncul aduan tentang dugaan pengeroyokan yang dilakukan terhadap salah satu tim keamanan pihak Purbaya berinisial RP (23). Insiden yang terjadi pada Minggu (18/1/2026) pukul 10.20 WIB terjadi saat prosesi serah terima SK Kementerian Kebudayaan akan berlangsung.

"Kejadian tepatnya saat akan adanya prosesi serah terima SK dari Kementerian Kebudayaan. Saat itu tim keamanan kami sedang berjaga di sekitar Bangsal Siaga Pulisen, di Ndalem Ageng Keraton," ujar kuasa hukum tim keamanan Pihak Purbaya, Ardi Sasongko, dikutip dari detikTravel, Senin (19/1/2026).

SK yang dimaksud adalah terbitan Menteri kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 tentang penunjukan KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yang diserahkan di Keraton Solo pada Minggu (18/1/2026). Situasi mulai panas saat putri tertua PB XIII, GKR Panembahan Timoer Rumbay, naik ke mimbar untuk memprotes surat keputusan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait penolakan SK oleh kubu Paku Buwono XIV Purbaya, pihak KGPH Panembahan Agung Tedjowulan menyebut mereka menghormati setiap pendapat. Hal itu diungkapkan melalui juru bicara, Kanjeng Pakoenegoro. Ia juga mengatakan Tedjowulan menyayangkan keributan yang terjadi dalam acara kementerian yang digelar pada Minggu (18/1) tersebut.

"Beliau sangat menyayangkan kejadian kemarin berkaitan dengan kegiatan pemerintah pusat sedang berlangsung di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," ucapnya.

Soal penganiayaan, Polresta Solo telah menerima dua aduan berbeda. Dibenarkan oleh Wakasat Reskrim Polresta Solo AKP Sudarmiyanto, dua aduan yang masuk berasal dari dari dua pihak yang berbeda.

"Atas kejadian di keraton itu, kita menerima dua aduan. Yang pertama aduannya itu pada siang setelah kejadian, sekitar pukul 12.00 WIB, dengan aduan dugaan tindak pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang maupun barang," kata Sudarmiyanto saat dihubungi awak media, Senin (19/1/2026).

Bagaimana perkembangan kasus ini? Simak paparan Jurnalis detikJateng selengkapnya.

Beralih ke Nusa Tenggara Barat, detikSore akan melihat lebih dekat ricuh yang terjadi di kantor Bupati Dompu. Kericuhan ini muncul saat ada kegiatan demonstrasi oleh ratusan honorer non-database Badan Kepegawaian Negara (BKN) akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Dikutip dari detikBali, kericuhan diawali oleh adanya salah seorang yang diduga anggota anggota Satpol PP yang melompat pintu gerbang dan melakukan provokasi. Akibat tindakan ini, massa honorer membalas dengan lemparan gelas dan botol plastik kemasan air mineral. Tidak hanya itu, beberapa orang honorer ikut melompat ke arah pagar dan menarik seorang yang diduga anggota Satpol PP.

Lalu bagaimana situasi terbaru di sana? Ikuti laporan Jurnalis detikcom langsung dari lokasi.

Jelang petang nanti, detikSore akan mengulas lebih dalam soal kasus child grooming yang dibagikan oleh Aurelie Moeremans dengan bukunya yang berjudul Broken Strings. Dari berbagai narasi yang muncul, seorang korban child grooming bahkan tidak merasa bahwa mereka tengah berada dalam kondisi tersebut.

Seperti diketahui, para pelaku menekankan aspek manipulatif dalam membangun relasi dengan para calon korban mereka. Pelaku mengetahui titik lemah kepribadian korban, kemudian mereka memberikan apa yang mereka butuhkan secara psikologis.

Sejumlah mitigasi dalam menangani child grooming sudah banyak dipaparkan. Tapi bagaimana metode untuk mengobati trauma para korban? Menghadirkan Veronica Adesla (psikolog klinis), simak diskusinya dalam detikSore!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/vys)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |