Jadwal Hari Tanpa Bayangan di Indonesia September-Oktober 2026

5 hours ago 4

Jakarta -

Fenomena Hari Tanpa Bayangan akan kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada semester kedua tahun 2026. Peristiwa astronomi ini berlangsung ketika Matahari berada tepat di atas suatu lokasi sehingga bayangan benda tegak dapat menghilang untuk sesaat.

Waktu terjadinya Hari Tanpa Bayangan berbeda di setiap daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencantumkan jadwal kulminasi utama kedua di berbagai ibu kota provinsi yang dapat menjadi acuan masyarakat untuk mengamatinya.

Apa Itu Hari Tanpa Bayangan?

Hari Tanpa Bayangan atau dikenal sebagai kulminasi utama atau transit Matahari merupakan fenomena ketika Matahari berada di posisi paling tinggi di langit. Saat kulminasi utama, Matahari berada tepat di atas kepala pengamat atau mencapai titik zenit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kondisi tersebut, bayangan benda tegak dapat terlihat sangat pendek atau bahkan seolah menghilang karena Matahari berada tepat di atas benda. Fenomena ini dapat terjadi di wilayah Indonesia karena letaknya berada di sekitar garis khatulistiwa.

Kapan Terjadinya di Indonesia?

BMKG menjelaskan kulminasi utama terjadi ketika bidang ekuator Bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika. Posisi Matahari yang tampak dari Bumi kemudian terus berubah sepanjang tahun dengan kisaran sekitar 23,5 derajat Lintang Utara hingga 23,5 derajat Lintang Selatan.

Pada 2026, Matahari melintasi wilayah Indonesia dalam dua periode. Kulminasi utama pertama berlangsung antara 21 Februari hingga 5 April, sedangkan kulminasi utama kedua terjadi antara 21 September hingga 21 Oktober. Jadwal kulminasi utama kedua inilah yang mencakup sejumlah ibu kota provinsi pada September dan Oktober 2026.

Untuk mengamati Hari Tanpa Bayangan, masyarakat dapat menyiapkan benda tegak seperti tongkat yang ditempatkan di permukaan datar. Pengamatan dapat dilakukan mendekati waktu kulminasi yang tercantum dalam jadwal, dengan memperhatikan kondisi cuaca di masing-masing daerah.

Jadwal di Tiap Ibu Kota Provinsi

Berikut jadwal Hari Tanpa Bayangan atau kulminasi utama kedua di setiap ibu kota provinsi berdasarkan data BMKG:

  • Banda Aceh: 8 September 2026 pukul 12.36.30 WIB
  • Medan: 14 September 2026 pukul 12.20.56 WIB
  • Padang: 25 September 2026 pukul 12.10.20 WIB
  • Pekanbaru: 21 September 2026 pukul 12.07.23 WIB
  • Bengkulu: 3 Oktober 2026 pukul 12.00.05 WIB
  • Jambi: 27 September 2026 pukul 11.56.39 WIB
  • Tanjung Pinang: 20 September 2026 pukul 11.55.46 WIB
  • Palembang: 30 September 2026 pukul 11.51.02 WIB
  • Bandar Lampung: 7 Oktober 2026 pukul 11.46.52 WIB
  • Pangkal Pinang: 28 September 2026 pukul 11.46.18 WIB
  • Serang: 9 Oktober 2026 pukul 11.42.44 WIB
  • Jakarta Pusat: 9 Oktober 2026 pukul 11.40.02 WIB
  • Bandung: 11 Oktober 2026 pukul 11.36.24 WIB
  • Semarang: 11 Oktober 2026 pukul 11.25.02 WIB
  • Yogyakarta: 13 Oktober 2026 pukul 11.24.51 WIB
  • Surabaya: 12 Oktober 2026 pukul 11.15.43 WIB
  • Pontianak: 23 September 2026 pukul 11.35.08 WIB
  • Palangka Raya: 29 September 2026 pukul 11.14.52 WIB
  • Banjarbaru: 2 Oktober 2026 pukul 12.10.09 WITA
  • Samarinda: 24 September 2026 pukul 13.03.40 WITA
  • Tanjungselor: 15 September 2026 pukul 12.05.53 WITA
  • Denpasar: 15 Oktober 2026 pukul 12.05.00 WITA
  • Mataram: 15 Oktober 2026 pukul 12.01.27 WITA
  • Kupang: 20 Oktober 2026 pukul 11.30.33 WITA
  • Mamuju: 30 September 2026 pukul 11.54.33 WITA
  • Makassar: 6 Oktober 2026 pukul 11.50.32 WITA
  • Palu: 25 September 2026 pukul 11.52.23 WITA
  • Kendari: 3 Oktober 2026 pukul 11.39.04 WITA
  • Gorontalo: 21 September 2026 pukul 11.40.58 WITA
  • Manado: 19 September 2026 pukul 11.34.33 WITA
  • Sofifi: 21 September 2026 pukul 12.22.58 WIT
  • Ambon: 2 Oktober 2026 pukul 12.16.45 WIT
  • Manokwari: 25 September 2026 pukul 11.55.31 WIT
  • Jayapura: 29 September 2026 pukul 11.27.39 WIT
  • Sorong: 25 September 2026 pukul 12.06.41 WIT
  • Nabire: 2 Oktober 2026 pukul 11.47.29 WIT
  • Wamena: 3 Oktober 2026 pukul 11.33.23 WIT
  • Merauke: 15 Oktober 2026 pukul 11.24.16 WIT

Perbedaan waktu dipengaruhi oleh posisi geografis masing-masing daerah terhadap Matahari. Masyarakat yang ingin mengamati fenomena ini dapat mencatat jadwal sesuai lokasi masing-masing. Pastikan pula kondisi langit cukup cerah agar perubahan bayangan benda dapat terlihat dengan jelas.

(wia/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |