DLH Ungkap Pihak Buang 137 Ton Sampah Kotori Laut Muara Baru Jakut

3 hours ago 2
Jakarta -

Tumpukan sampah di tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, viral di media sosial (medsos). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyatakan tumpukan sampah tersebut bukan berasal dari warga setempat.

"Iya (sampah berasal dari oknum pihak swasta) orang tidak bertanggung jawab," kata Pejabat Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, saat dihubungi detikcom, Senin (19/1/2026).

Yogi mengatakan warga Muara Baru, Jakarta Utara, juga menyuarakan penolakan keras terhadap praktik pembuangan sampah dan puing secara ilegal di kawasan tanggul dan badan air. Mereka menegaskan tidak ingin dikambinghitamkan atas ulah segelintir oknum yang membuang sampah ke perairan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Warga menilai praktik pembuangan sampah liar ini sudah menimbulkan dampak nyata. Mulai dari pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga meningkatnya risiko banjir di kawasan pesisir tersebut. Selain itu, ekosistem pesisir terancam rusak akibat penumpukan sampah dan puing di badan air," ujarnya.

Ia menegaskan pengelolaan sampah wajib dilakukan sesuai dengan aturan dan di lokasi yang semestinya. Pembuangan sampah secara ilegal di tanggul maupun badan air akan ditindak tegas.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengangkut sebanyak 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. (dok DLH DKI)Warga Muara Baru juga menyuarakan penolakan keras terhadap praktik pembuangan sampah dan puing secara ilegal di kawasan tanggul dan badan air. (Dok. DLH DKI)

"Penegakan hukum dan pengawasan akan dilakukan. Pembuangan liar harus dihentikan," tegasnya.

137 Ton Sampah di Muara Baru

DLH DKI Jakarta mengangkut 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru. Penanganan sampah tersebut dilakukan secara intensif sejak Jumat (16/1) dengan melibatkan ratusan petugas dan berbagai armada pendukung.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan pada Jumat (16/1), petugas mengangkut 35 ton sampah. Jumlah tersebut bertambah 25 ton pada hari kedua, dan meningkat signifikan pada hari ketiga, Minggu (18/1), dengan total 77 ton sampah terangkut.

"Pada hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit ekskavator, serta dua unit perahu karet. Penanganan juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah untuk mempercepat proses pengangkutan," ujar Asep dalam keterangan, Senin (19/1).

Dalam video viral, tampak sampah tersebut menumpuk dan mengapung di perairan sekitar Tanggul Pantai Muara Baru. Dalam rekaman video itu, tampak beragam jenis sampah, mulai plastik hingga potongan kayu, menggenang di perairan berwarna cokelat dan terkonsentrasi di satu titik di sekitar tanggul.

Tak jauh dari lokasi tumpukan sampah, terlihat permukiman warga yang berada di tepi perairan. Menanggapi hal itu, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat beserta jajarannya pun melakukan pengecekan ke lokasi.

"Hasil pengecekan menunjukkan lokasi tersebut merupakan danau yang terbentuk akibat pembangunan tanggul NCICD dan saat ini masih dalam proses sertifikasi oleh BPAD," kata Henadra dalam keterangan, Sabtu (17/1).

(bel/jbr)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |