Puspomau Ungkap Serda Ahmad Tewas Usai Dipukul Senior 3 Kali di Dada

6 hours ago 2

Jakarta -

Puspom TNI AU mengungkap Serda Ahmad Muzammil Farisa dianiaya senior dengan dipukul menggunakan tangan kosong. Serda Ahmad dipukul sebanyak tiga kali di bagian dada hingga menyebabkan meninggal dunia.

"(Serda Ahmad dipukul) di sekitar dada. Tiga kali (dipukul)," kata Danpuspomau Marsekal Muda Daan Sulfi dalam jumpa pers di kantor Puspom TNI AU, Jakarta Timur, Rabu (16/9/2026).

Daan Sulfi menjelaskan, ada empat tersangka dalam kasus ini, diantaranya Serda MTS, Serda MAD, Serda JM, dan Serda AH. Kemudian, ada tiga korban yang dirundung hingga dianiaya, di antaranya Serda Ahmad, Serda ZN, dan Serda RP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini bermula pada Selasa (8/9) saat Serda MTS menelepon Serda RP yang merupakan juniornya, untuk meminta bantuan. Namun, di tengah percakapannya, secara tiba-tiba Serda RP menutup telepon Serda MTS.

"Sehingga yang senior itu merasa jengkel, tersinggung, dan marah atas kejadian itu. Maka pada hari Rabunya, dilaksanakan mengumpulkan dari juniornya itu. Dilaksanakan pada hari Rabu jam 21.10. Dilaksanakan di belakang Mess Galaksi. Kemudian Serda RP langsung diberikan tindakan berupa push up dan sit up sebanyak 100 kali oleh Serda MTS," jelas dia.

Daan Sulfi melanjutkan, teman senior lainnya, yank Serda JM, Serda MAD, dan Serda AH, bergabung di lokasi pukul 21.40 WIB.

"Dan pada pukul 23.05 WIB, Serda JM mulai melakukan pemukulan kepada korban almarhum Serda Ahmad Muzamil Fahrisa. Sebenarnya hanya sebanyak tiga kali itu ya, dengan tangan kosong, dengan posisi tangannya itu adalah terkepal dan dipukulkan ke dada korban," ungkapnya.

"Setelah menerima pukulan ketiga, korban langsung jatuh jongkok dan lemas, terjatuh, kemudian berikutnya langsung pingsan," imbuhnya.

Melihat hal tersebut, para senior berupaya untuk menyadarkan Serda Ahmad. Segala upaya dilakukan, mulai memberi balsem hingga air.

"Lalu Serda JM bersama Serda MTS, Serda MAD, dan Serda AH karena ini satu leting berusaha menyadarkan korban dengan memberikan minyak angin ataupun balsem dengan diusapkan pada bagian hidung, dan membasuhi air di bagian muka serta badan korban," katanya.

Keempat tersangka panik karena Serda Ahmad tidak sadarkan diri. Akhirnya korban dibawa ke IGD untuk diberi pertolongan.

"Karena korban tetap tidak sadarkan diri, karena panik, kemudian pada pukul 23.35, korban dibawa oleh pelaku dengan menggunakan mobil dinas ke IGD Rumah Sakit dr Esnawan Antariksa ataupun Rumah Sakit Haji di Pondok Gede, Jakarta Timur, karena memang paling dekat posisinya di sana lewat belakang. Sekitar pukul 23.45, setelah dilakukan penanganan oleh pihak IGD, korban atas nama Serda Ahmad Muzamil Fahriza dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Prajurit TNI AU Serda Ahmad Muzammul Farisa diduga meninggal secara tak wajar. Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengatakan anaknya mengalami luka di wajah dan dada.

"Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya," kata Toni, dilansir detikJatim, Jumat (11/9).

Dia mengetahui kondisi jasad anak pertamanya itu melalui kiriman file foto. Pada Kamis (10/9) malam, sekitar pukul 22.00 WIB, jenazah Serda Ahmad belum tiba di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat Magetan.

Toni mengatakan putranya diduga meninggal akibat jadi korban penganiayaan yang dilakukan seniornya sekitar 4 orang saat di asrama pada Kamis (10/9) pagi sekitar pukul 03.00 WIB. Toni sempat mendapat kabar simpang siur soal penyebab tewas anaknya.

"Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan, tapi dianiaya senior," ujar Toni.

Tonton juga video "Prajurit TNI AU Tewas Diduga Dianiaya Senior, Keluarga Minta Keadilan"

(tsy/eva)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |