Prabowo-Trump Resmi Teken Perjanjian Dagang RI-AS

2 hours ago 2

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani perjanjian dagang dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Prabowo dan Trump sudah sepakat mengenai perjanjian perdagangan timbal balik dua negara ini.

Penandatanganan ini dilakukan Prabowo dan Trump di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan perjanjian bersejarah antara Amerika Serikat dan Indonesia ini berisi tentang Perjanjian Perdagangan Timbal Balik.

"Kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah-langkah cepat dan berkelanjutan yang telah dilakukan oleh kedua negara, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar tersebut," kata Teddy seperti dilihat dalam akun resmi Instagram Seskab, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan perjanjian ini akan memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global.

"Presiden Trump dan Presiden Prabowo juga menginstruksikan para menteri dan pejabat terkait untuk mengambil langkah-langkah lanjutan guna membuka era keemasan baru bagi kemitraan strategis Amerika Serikat-Indonesia," katanya.

Sementara itu di kesempatan terpisah, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kesepakatan tarif dagang AS ke RI seperti yang diumumkan sebelumnya. Diketahui, beberapa waktu lalu AS sempat menetapkan tarif 32% kepada Indonesia, kemudian turun menjadi 19%.

"AS melakukan penurunan pengenaan tarif resiprokal bagi Indonesia itu seperti yang dituangkan dalam joint statement yang lalu. Dan berbeda dengan berbagai perjanjian ART dengan negara lain," jelas Airlangga dalam jumpa persnya.

Ia menjelaskan ada pengecualian dari kesepakatan tersebut. Seperti sektor non-kerja sama ekonomi yang tidak dikenakan tarif.

"Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non-kerjasama ekonomi," ujarnya.

Airlangga juga mengatakan Indonesia akan memberikan tarif 0% kepada AS, contohnya dalam sektor impor pertanian. Dia memastikan masyarakat tidak akan dibebankan biaya tambahan untuk bahan baku yang diimpor ke AS.

"Indonesia berkomitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif nol karena utamanya Indonesia mengimpor produk pertanian, wheat, kemudian juga soybean. Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0% untuk barang yang diproduksi dari noodle ataupun tahu dan tempe, Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat," jelasnya.

Dalam pernyataan resmi Gedung Putih yang dilihat dalam situs resminya, pemerintah AS mempertahankan tarif timbal balik sebesar 19% untuk impor dari Indonesia, kecuali untuk produk-produk tertentu yang akan menerima tarif timbal balik 0%.

Gedung Putih menyatakan AS berkomitmen untuk menetapkan mekanisme yang memungkinkan barang-barang tekstil dan pakaian tertentu dari Indonesia untuk menerima tarif timbal balik 0% untuk volume impor pakaian dan tekstil yang akan ditentukan kemudian. Volume ini akan ditentukan berdasarkan kuantitas ekspor tekstil yang diproduksi dari kapas Amerika dan bahan baku tekstil serat buatan dari AS.

(zap/whn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |