Rumor Saham IPO 2026, Mana yang Paling Kamu Tunggu?

1 day ago 6

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

05 January 2026 11:20

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelaran Initial Public Offering (IPO) saham dengan potensi raihan dana jumbo dari perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat masih akan berlanjut pada 2026.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 13 perusahaan masuk pipeline IPO. Dari jumlah itu, rumor di pasar sudah santer beredar 12 nama perusahaan mau melantai di bursa tahun depan. Siapa saja mereka?

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan BEI telah tercatat 24 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa dengan dana yang dihimpun Rp15,21 triliun sampai dengan 5 Desember 2025, .

"Hingga saat ini, terdapat 13 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ungkap Nyoman dalam keterangan tertulis pada Jumat (5/12/2025).

Secara rinci, ada delapan perusahaan dengan skala aset di atas Rp250 miliar, tiga perusahaan skala aset menengah Rp50 miliar - Rp250 miliar, dan sisanya dua perusahaan berskala aset kecil, di bawah Rp50 miliar.

Dari delapan perusahaan skala aset besar itu, menurut BEI ada dua emiten dari sektor bahan baku, satu emiten dari sektor consumer non cyclical, dan satu dari sektor energi.

Selain itu, ada lima perusahaan dari sektor keuangan, satu perusahaan sektor teknologi, dan dua dari sektor transportasi dan logistik, meskipun belum diketahui lebih lanjut untuk berapa skala aset-nya.

Lebih jauh, menurut rumor yang sudah santer beredar di pasar kami mencatat 12 emiten yang potensial IPO tahun depan, berikut rangkuman-nya :

Sebelumnya dari 12 daftar emiten di atas, kami memproyeksikan salah satu dari beberapa anak usaha PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Dan terkini, sudah ada rumor nama perusahaan yang muncul di pasar yaitu PT Panji Raya Alamindo (PRA).

Menurut profil perusahaan di laman resmi RAJA, anak usaha tersebut merupakan perusahaan yang fokus bisnis-nya pada kegiatan investasi, perdagangan, dan transportasi gas bumi.

Berdiri pada 2007, Panji Raja Alamindo memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok energi nasional, terkhusus di sektor niaga gas. Saat ini, entitas anak RAJA ini membawahi sejumlah anak usaha yang aktif di bidang perdagangan gas. Melalui unit bisnis itu, PRA menjalankan distribusi dan suplai gas ke berbagai segmen industri, serta menjalin kemitraan strategis guna memperluas jangkauan layanan energi yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam menjalankan operasional bisnisnya, PRA terus memperluas peran di sektor niaga dan distribusi gas melalui anak usaha, PT Energasindo Heksa Karya (EHK). Di bawah naungan EHK, PT Majuko Utama Indonesia (MUI) dan PT Artha Prima Energi (APE) berperan memperkuat ekosistem usaha PRA.

Sinergi antar entitas ini membentuk jaringan bisnis yang terintegrasi guna mendukung pengembangan industri gas bumi nasional. Secara geografis, wilayah operasional PRA mencakup Sumatra dan Jawa. Di Sumatra, PRA fokus pada kegiatan niaga gas bumi. Sementara itu, aktivitas pengangkutan gas bumi melalui jaringan pipa dijalankan di wilayah Jawa dan Jambi. Selain gas pipa, PRA juga mengembangkan bisnis niaga gas CNG, termasuk pengelolaan dan pengoperasian mother station CNG.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |