Jangan Salah Ya! 5 Menu Ini Baiknya Tidak Asal Dipanaskan Buat Sahur

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Sahur menjadi momen krusial dalam menjalankan ibadah puasa karena berfungsi sebagai waktu pengisian energi sebelum beraktivitas seharian. Tetapi, bangun lebih awal dan menyiapkan menu sahur kerap menjadi tantangan tersendiri.

Tak heran, banyak umat Muslim memilih solusi praktis dengan memanaskan kembali makanan berbuka untuk disantap saat sahur. Praktik ini sejatinya diperbolehkan dan cukup umum dilakukan. Meski begitu, tidak semua jenis makanan aman untuk dipanaskan ulang.

Bukan semata soal rasa yang berubah, tetapi karena ada makanan tertentu yang justru dapat menimbulkan risiko kesehatan saat dipanaskan kembali. Mengutip Beautynesia, berikut beberapa di antaranya.

Sayur bayam menjadi salah satu makanan yang harus langsung dihabiskan. Sebab, bayam mengandung nitrat dalam kadar cukup tinggi. Ketika dipanaskan kembali, zat ini dapat berubah menjadi nitrit yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Selain kandungan nitrat, bayam dan sayuran berdaun hijau juga rentan terkontaminasi bakteri E. coli. Ilmuwan pangan Bryan Quoc Le, Ph.D, menjelaskan kontaminasi bisa berasal dari air limbah maupun hewan liar di area pertanian.

Menurutnya, bayam yang dimasak hingga matang memang dapat terbebas dari E. coli. Namun, jika proses memasak, pendinginan, dan pemanasan ulang tidak dilakukan dengan benar, kondisi tersebut justru bisa memicu berkembangnya patogen dan berujung pada keracunan makanan.

Selain bayam, telur juga termasuk makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan kembali. Pemanasan ulang pada telur dapat menyebabkan protein di dalamnya mengalami oksidasi, yang berpotensi memunculkan senyawa berbahaya.

Mengutip The Sun, Dr. Duvenage dari University of Greenwich menyarankan agar telur tidak dipanaskan ulang sama sekali. Ia menilai makanan tinggi protein lebih aman dikonsumsi dalam kondisi dingin dan dalam waktu maksimal 24 jam setelah dimasak, dibandingkan dipanaskan kembali.

Selain telur, jamur juga termasuk makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan ulang. Pemanasan kembali pada jamur tidak hanya membuat rasa dan teksturnya menurun, tetapi juga dapat merusak kandungan protein dan nutrisinya.

Masalah lain muncul jika jamur dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan. Kondisi tersebut berisiko memicu gangguan pencernaan, mulai dari sakit perut hingga efek kesehatan yang lebih serius. Dr. Duvenage menjelaskan bahwa protein pada jamur, seperti halnya telur, dapat mengalami oksidasi saat dipanaskan ulang.

"Sama seperti telur, ketika protein teroksidasi, protein tersebut dapat menjadi karsinogenik (berpotensi menyebabkan kanker)," ujarnya.

Selanjutnya, daging ayam. Mengutip Times of India, proses pemanasan kembali dapat membuat protein ayam menjadi keras dan kering, sehingga kualitas makanan menurun.

Lebih jauh, ayam yang tidak disimpan dengan benar berisiko terkontaminasi bakteri salmonella. Bakteri ini dapat bertahan selama proses memasak dan berkembang biak jika penyimpanan tidak sesuai standar.

Untuk meminimalkan risiko, ayam sebaiknya langsung disimpan di lemari es dan hanya dipanaskan kembali hingga suhu sekitar 74 derajat Celsius guna membunuh bakteri sebelum dikonsumsi.

Kentang juga menjadi makanan yang tidak bisa dipanaskan ulang. Menurut The Wellness Corner, kentang yang dipanaskan ulang dapat mengalami perubahan struktur pati. Proses ini berpotensi memicu pembentukan solanin, senyawa beracun dengan rasa pahit yang dapat menyebabkan mual, muntah, serta gangguan pencernaan.

Dr. Le juga mengingatkan, kentang yang dibiarkan dingin pada suhu ruang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri Bacillus cereus, salah satu penyebab keracunan makanan. Karena itu, kentang sebaiknya segera disimpan di lemari es dan hanya dipanaskan kembali tepat sebelum dikonsumsi.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |