Presiden Prabowo Subianto mewanti-wanti agar jajarannya keluar dari kabinet jika merasa tidak sanggup bekerja di tanggal merah. Waketum PAN Saleh Partaonan Daulay menilai pesan tersebut merupakan peringatan serius agar seluruh menteri bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
"Saya kira, itu hanya peringatan serius dari presiden. Beliau menginginkan agar semua anggota kabinet bekerja sesuai tupoksinya. Ada banyak target yang ingin dikejar dalam waktu dekat," ujar Saleh kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
Saleh menegaskan kabinet merupakan sebuah tim yang memiliki pembagian tugas. Menurutnya, seluruh kinerja anggota kabinet dipantau dan diawasi langsung oleh Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kabinet itu adalah team work. Ada pembagian tugas. Semuanya dipantau dan diawasi oleh Presiden," ucap dia.
Sebab itu, Saleh mengatakan Prabowo mengingatkan para menteri bekerja serius dan tidak mempersoalkan waktu libur. Termasuk, ketika ada kebutuhan masyarakat yang harus segera dilayani.
"Presiden mengingatkan agar semua bekerja serius. Tidak perlu memikirkan kapan libur. Bahkan di hari libur nasional pun harus bekerja untuk melayani masyarakat," katanya.
"Tergantung apa yang diinginkan masyarakat. Kalau ada yang bisa dilayani, harus diprioritaskan. Itulah makna dasar menjadi pembantu Presiden," sambungnya.
Saleh mengatakan Prabowo saat ini tengah berupaya mengejar target Asta Cita. Menurutnya, anggota kabinet memiliki peran penting untuk membantu presiden merealisasikan target tersebut sesuai bidang masing-masing.
"Saya lihat ada niat baik dari presiden. Dan ada juga ketegasan. Kita doakan semoga semua dimudahkan," ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo memberikan pesan serius kepada jajarannya di Kabinet Merah Putih. Ia mewanti-wanti agar jajarannya keluar dari kabinet jika merasa tidak sanggup bekerja di tanggal merah.
Pernyataan Prabowo ini diutarakan saat groundbreaking pembangunan PLTS 100 GWp di Jembrana, Bali, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi, Selasa (25/8). Prabowo mengatakan kabinetnya terus bekerja hampir tanpa mengenal hari libur.
"Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah," kata Prabowo.
"Dan itu risiko, risiko pengabdian. Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara," lanjutnya.
(amw/zap)


















































