Mensos Dengarkan Cerita Perubahan Siswa Sekolah Rakyat di Bojonegoro

2 hours ago 2

Jakarta -

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro. Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul berdialog langsung dengan para siswa dan orang tua untuk mendengarkan cerita perubahan yang dirasakan sejak anak-anak mereka menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Setibanya di SRMA 36 Bojonegoro, Gus Ipul disambut karya seni lukis hasil kreativitas siswa-siswi. Ia menyempatkan diri mengamati dan mengapresiasi karya tersebut sebagai cerminan bakat dan potensi anak-anak Sekolah Rakyat yang terus tumbuh.

Salah satu siswa, Ahmad Halim (15), asal Kecamatan Tambakrejo, mengaku antusias dapat bertemu langsung dengan Menteri Sosial. Anak dari seorang buruh tani yang bercita-cita menjadi presiden itu mengatakan kunjungan Gus Ipul memacu semangat belajarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Deg-degan, tapi senang bisa ngobrol langsung dengan Pak Menteri," ujar Halim dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).

Suasana haru terasa saat Aji Supangat (15), siswa asal Kecamatan Sidomulyo, dipanggil ke atas panggung bersama ibunya, Sri Asih. Di hadapan para hadirin, Aji dipersilakan memeluk sang ibu. Sri Asih mengungkapkan banyak perubahan yang dialami putranya selama sekitar enam bulan bersekolah di SRMA 36 Bojonegoro, terutama dalam sikap dan kedisiplinan.

Cerita serupa juga disampaikan orang tua lainnya. Sri Rohana, ibu dari Eliana Ayatul Khusna asal Kelurahan Mlaten yang bekerja sebagai petani, mengatakan anaknya kini lebih disiplin dan memiliki kelapangan hati dalam menerima kondisi keluarga. Ia menyebut selama bersekolah di sana, banyak perubahan positif yang dialami putranya.

Dalam dialog tersebut, salah satu orang tua siswa menyampaikan bahwa perubahan anaknya terlihat dari kedisiplinan beribadah, cara berbicara yang lebih sopan, serta kemampuan menerima kondisi keluarga. Ia menilai pendampingan guru dan pengasuh asrama membantu anaknya kembali percaya diri dalam pergaulan serta lebih teratur menjalankan ibadah.

Ia juga menyebut sebelumnya anaknya terbiasa bangun siang saat masih SMP, namun kini lebih disiplin bangun pagi dan menjalankan ibadah. Menurutnya, keberadaan sekolah rakyat sangat membantu dirinya dan suami, baik dari sisi pendidikan maupun ekonomi.

Siti Mutmainah, ibu dari Aberliani Zifara Kanaya Julia Putri asal Kecamatan Ngasem yang bekerja sebagai buruh tani, menyampaikan rasa syukurnya atas keberadaan Sekolah Rakyat.

Ia mengaku sangat terbantu dengan program tersebut karena memiliki empat anak dan menghadapi keterbatasan dalam membiayai pendidikan. Menurutnya, dukungan dari pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, para menteri, dan pemerintah daerah, sangat meringankan beban keluarga mereka.

Menanggapi berbagai testimoni tersebut, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya menyekolahkan anak, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan keluarga.

"Jadi nanti anaknya disekolahkan, rumah orang tuanya dibenahi agar lebih layak huni," kata Gus Ipul.

Ia mencontohkan salah satu siswa Sekolah Rakyat di Makassar bernama Naila, yang keluarganya turut mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Menurut Gus Ipul, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Prabowo.

"Ini adalah instruksi dari Presiden, saya hanya memperantarai untuk arahan ini," ungkapnya.

Gus Ipul memaparkan konsep pendidikan Sekolah Rakyat yang berjenjang dari SD, SMP, hingga SMA. Di Kabupaten Bojonegoro, Sekolah Rakyat direncanakan menerima 300 siswa setiap tahun, dengan masing-masing 100 siswa untuk tiap jenjang. Proses seleksi dilakukan tanpa tes akademik, melainkan melalui pemetaan bakat atau DNA talent.

Ia menjelaskan lulusan Sekolah Rakyat akan diarahkan sesuai minat dan potensi, baik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan dukungan beasiswa, termasuk beasiswa dari Prabowo, maupun mengikuti pendidikan keterampilan bagi yang ingin langsung bekerja.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyoroti pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Seluruh siswa dan guru difasilitasi laptop serta papan tulis digital interaktif yang terintegrasi dalam sistem pembelajaran.

"Ini menyiapkan generasi yang akan datang supaya nanti kalau sudah lulus tidak gagap teknologi," ujarnya.

Gus Ipul menambahkan Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school. Setelah kegiatan belajar mengajar hingga sore hari, siswa mengikuti pendidikan karakter dan keagamaan di asrama dengan pendampingan wali asrama dan wali asuh yang berperan sebagai orang tua kedua.

Sementara itu, Kepala SRMA 36 Bojonegoro Muhammad Shobirin menyampaikan bahwa para siswa menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi karakter maupun keberanian berbicara di depan umum. Ia menjelaskan pihak sekolah mengintensifkan pelajaran seperti bahasa Inggris dan public speaking, sehingga siswa yang awalnya masih grogi saat laporan apel malam kini sudah lebih percaya diri.

Shobirin menambahkan dua siswa SRMA 36 Bojonegoro berhasil meraih medali di bidang akademik, masing-masing di bidang fisika dan bahasa Inggris.

Pada akhir kunjungan, Mensos Gus Ipul menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat. Ia menekankan agar tidak ada praktik titip-menitip maupun kecurangan dalam seleksi.

"Seleksi siswa Sekolah Rakyat harus bersih dari korupsi. Tidak boleh sogok-menyogok, tidak boleh titip-menitip. Semua berbasis data, didatangi ke rumahnya, dicek, baru bisa resmi menjadi siswa Sekolah Rakyat," pungkasnya.

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |