Jakarta -
Pemerintah memprediksi Lebaran 2026 akan melibatkan sedikitnya 143,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik. Menanggapi skala pergerakan massa yang masif tersebut, Polri menggelar Operasi Ketupat 2026 yang melibatkan161 ribu personel gabungan dari berbagai instansi terkait.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan strategi rekayasa lalu lintas telah disusun secara matematis berdasarkan data traffic counting secara real-time. Pihaknya akan menerapkan kebijakan rekayasa lalin sesuai sesuai indikator data lalu lintas tersebut.
"Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan melalui mekanisme koordinasi lintas sektoral yang sangat ketat. Kami akan menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur tol maupun arteri dengan indikator yang terukur," kata Dedi saat konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi memastikan setiap kebijakan lalu lintas yang diambil akan disosialisasikan ke masyarakat. Sosialisasi setidaknya dilakukan 2 jam sebelum eksekusi.
"Setiap kebijakan akan kami sosialisasikan kepada publik paling lambat dua jam sebelum eksekusi agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan perjalanan mereka," ujarnya.
Sementara, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan pemerintah telah menyiapkan pengamanan berupa jalur fungsional untuk mengurai titik-titik jenuh. Sebanyak 10 ruas tol fungsional di Jawa-Sumatera disiagakan.
"Kami menyiagakan 10 ruas tol fungsional di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan untuk memecah arus. Selain itu, pemerintah memberikan stimulus berupa diskon tarif tol hingga 30% dan diskon tiket transportasi umum untuk mendorong distribusi pemudik agar tidak menumpuk di waktu puncak," ungkap AHY.
Selain fokus pada kelancaran arus, Operasi Ketupat 2026 juga menitikberatkan pada aspek keselamatan jiwa. Sebanyak 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu serta akan dilengkapi dengan fasilitas kesehatan darurat dan bengkel siaga.
Pemerintah mengimbau agar para pemudik memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan panjang menuju kampung halaman.
Dengan sinergi antar Kementerian Lembaga ini, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menciptakan perjalanan mudik tahun ini menjadi aman dan nyaman.
(eva/idn)


















































