Garuda Klaim Harga Tiket Selalu Ikut Standar, Menhub Ungkap Ada Pelanggaran

4 hours ago 1

Jakarta -

PT Garuda Indonesia mengatakan harga tiket pesawat yang dijual selalu mengikuti regulasi dari pemerintah. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkap Garuda Indonesia pernah melakukan pelanggaran.

Hal ini terungkap saat rapat membahas kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi mudik Lebaran 2026 bersama Komisi V DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Awalnya, Garuda Indonesia mengklaim bahwa tiket yang dijual selalu pada tarif batas atas.

"Jadi terkait tiket untuk Garuda, ini memang kita masih mengikuti standar yang diberikan pemerintah, Pak, yaitu tarif batas atas. Jadi tiket yang sudah dijual Garuda itu tidak pernah keluar dari apa yang sudah digariskan oleh regulator, sehingga apa yang sudah kita sampaikan di web pun itu sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan oleh regulator," ujar Direktur Operasional PT Garuda Indonesia, Dani Haikal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu Ketua Komisi V DPR Lasarus menanyakan kepada Menhub soal klaim tersebut. Dudy menjawab bahwa tarif batas atas tentu selalu dilakukan pada musim tertentu.

"Cukup ya? Baik, terima kasih penjelasannya, Garuda. Garuda masih menjual tiket di tarif yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu tarif batas atas, tidak pernah keluar dari tarif batas atas. Pak Menteri, pernah keluar dari tarif batas atas nggak Garuda ini, Pak Menteri?" tanya Lasarus ke Dudy.

"Terima kasih, Pak Ketua. Pada setiap pelaksanaan event besar seperti Lebaran maupun Nataru, kami memang selalu memonitor penetapan tarif yang dilakukan oleh para airline. Dan memang, kalau pada saat peak season, Pak Ketua, Bapak, Ibu hadirin sekalian, airline biasanya akan menggunakan tarif batas atas sebagaimana yang sudah diberikan, Pak. Dan sejauh ini, kalau ada pelanggaran, selalu kami memberikan teguran, Pak Ketua," ujar Dudy.

Kemudian, Lasarus kembali menegaskan soal ada atau tidaknya pelanggaran yang dilakukan Garuda Indonesia. Lalu, Dudy mengakui Garuda pernah melakukan pelanggaran.

"Pernah ada pelanggaran, Pak?" tanya Lasarus lagi.

"Saya masih ini, Pak Ketua, menginventarisir dulu, Pak Ketua," jawab Dudy.

"Nggak usah takut, Pak Menteri. Pernah nggak ada pelanggaran?" kata Lasarus.

"Mungkin sekali-dua kali ada, Pak Ketua," kata Dudy.

"Berarti pernah gitu ya? Baik, cukup Pak Menteri. Berarti pernah, ya asal jangan sering aja ya, Pak Menteri ya," lanjut Lasarus.

Simak juga Video 'Ramadan dan Kesetaraan Gender di Era Digital':

(azh/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |