Hacker di Jatim Jual Ratusan Website Sekolah dan Pemerintah buat Promosi Judol

4 hours ago 1

Surabaya -

Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jatim menangkap seorang hacker bernama Adjani Ardhian Kusuma yang meretas ratusan website. Hasil peretasan itu lalu dijual pelaku untuk promosi judi online.

Dalam aksinya, tersangka menyisipkan file tertentu hingga sistem keamanan website target mengalami kerusakan. Targetnya adalah akun-akun sekolah, universitas, hingga pemerintahan. Ada 80 website sekolah, 20 website universitas, 13 website pemerintah, dan 147 website milik swasta dalam negeri yang telah diretas. Selain itu, ada 1.570 website luar negeri yang diretas.

"Dengan rusaknya sistem keamanan tersebut, data lalu lintas internet (network traffic) dicuri dan dikuasai tersangka. Kemudian dijual oleh tersangka melalui market, lalu kemudian akun atau domain subdomain tersebut keluar promosi perjudian," ujar Direktur Reserse Siber (Dirressiber) Polda Jatim Kombes Bimo Ariyanto saat konferensi pers, dilansir detikJatim, Kamis (30/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data website yang telah diretas tersebut kemudian dijual tersangka melalui sejumlah grup di media sosial dengan harga mulai Rp 1 juta.

Setelah mendapat pembeli, Ardhian memberikan akses berupa username dan password website yang telah diretas. Data itu dapat digunakan pembeli untuk menaikkan rating website judi online di mesin pencarian.

"Kemudian, apabila terdapat pembeli, maka tersangka akan memberikan akses berupa username serta password website yang sudah diretas sehingga pembeli bisa menggunakan data lalu lintas website tersebut untuk menaikkan rating pada mesin pencarian," bebernya.

Akibat aksi itu website korban mengalami kerusakan. Tampilan website dapat berubah menjadi halaman yang rata-rata bermuatan perjudian online. Sejumlah menu juga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

"Peretasan tersebut berdampak pada tampilan serta menu website yang tidak bekerja sebagaimana mestinya, apabila menu pada website dipilih, maka tampilan website korban akan berubah menjadi halaman website bermuatan perjudian," ungkap Bimo.

Baca selengkapnya di sini.

(idh/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |