Jakarta, CNBC Indonesia - Umat Islam di seluruh dunia kini bersiap menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 H yang jatuh pada 1 Muharam. Momen pergantian tahun Hijriah ini bukan sekadar perpindahan angka dalam kalender, melainkan waktu yang sangat istimewa untuk merenungkan perjalanan spiritual, memohon ampunan atas kesalahan yang lalu, serta memanjatkan doa kebaikan untuk masa depan.
Berdasarkan panduan syariah dan berbagai rujukan ulama, ada amalan yang dianjurkan dilakukan, yaitu membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Berikut adalah panduan lengkap bacaan doa, arti, serta waktu pelaksanaannya yang dirangkum dari berbagai sumber, termasuk detikcom dan NU Online.
Doa Akhir Tahun Hijriah: Penutup dengan Permohonan Ampun
Doa akhir tahun dibaca sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat yang diterima sekaligus permohonan ampunan atas segala khilaf, dosa, dan kekurangan selama satu tahun yang telah berlalu. Lafaz ini dikutip dari kitab Terjemah dan Fadhilah Majmu' Syarif.
Arab:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتُ عَلَى بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ. فَإِنِّى أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلَ. وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيَّ الثَّوَابَ فَأَسْتَلُكَ. اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنّى وَلَا تَقْطَعُ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Latin:
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Wa shallallāhu 'alā sayyidinā wa maulānā Muḥammadin wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam.
Allāhumma mā 'amiltu fī hādhihis-sanati mimmā nahaitanī 'anhu falam atub minhu wa lam tarḍahu wa lam tansahu wa ḥalimta 'alayya ba'da qudratika 'alā 'uqūbatī wa da'autanī ilat-taubati minhu ba'da jur'atī 'alā ma'ṣiyatika. Fa innī astaghfiruka faghfir lī.
Wa mā 'amiltu fīhā mimmā tarḍāhu wa wa'adtanī 'alaihits-tsawāba fa as'aluka. Allāhumma yā Karīmu yā Dzal-Jalāli wal-Ikrām an tataqabbalahu minnī wa lā taqṭa' rajā'ī minka yā Karīm.
Wa shallallāhu 'alā sayyidinā Muḥammadin an-nabiyyil-ummiyyi wa 'alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallama wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn.
Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta para keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah, segala yang telah kukerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang aku belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar dengan kasih sayang-Mu, padahal sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa kepadaku. Engkau pun telah mengajakku untuk bertaubat sesudah aku melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, aku mohon ampunan-Mu, berilah ampunan kepadaku dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah kukerjakan selama tahun ini berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi, dan kepada keluarga dan sahabatnya."
Doa Awal Tahun Hijriah: Pembuka dengan Harapan Kebaikan
Setelah memasuki waktu pergantian tahun, umat Islam dianjurkan membaca doa awal tahun. Isinya adalah permohonan perlindungan dari godaan setan, kekuatan untuk mengendalikan hawa nafsu, serta kemudahan untuk beramal saleh di tahun yang baru. Berikut lafal yang dikutip dari NU Online:
Arab:
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin:
Allāhumma antal-abadiyyul-qadīmul-awwalu, wa 'alā faḍlikal-'aẓīmi wa karīmi jūdikal-mu'awwal. Wa hādzā 'āmun jadīdun qad aqbala, as'alukal-'iṣmata fīhi minasy-syaithāni wa auliyā'ih, wal-'auna 'alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū', wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Artinya:
"Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Engkau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan iblis dan para pengikutnya di tahun ini.
Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharianku mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."
Kapan Waktu yang Tepat Membacanya?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharam 1448 H bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026. Namun, perlu diingat bahwa pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai saat matahari terbenam, bukan tengah malam.
Berikut rincian waktunya menurut penjelasan NU Online:
-
Doa Akhir Tahun: Dibaca sebanyak 3 kali setelah shalat Ashar pada hari Senin, 15 Juni 2026. Saat ini bertepatan dengan berakhirnya tahun 1447 H.
-
Doa Awal Tahun: Dibaca sebanyak 3 kali setelah shalat Maghrib pada hari Senin, 15 Juni 2026. Di waktu inilah tanggal 1 Muharam 1448 H secara resmi dimulai.
Perlu diketahui juga, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait doa ini. Sebagian menganjurkan amalan ini berdasarkan hadits-hadits umum dan keutamaannya, sementara sebagian lain berpendapat doa ini bukan ajaran khusus Nabi SAW. Meski demikian, kandungan doa-doa tersebut berisi permohonan yang sangat baik dan tidak bertentangan dengan syariat, sehingga selaras untuk diamalkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Selain kedua doa di atas, umat Islam juga diajarkan doa khusus saat melihat hilal atau awal bulan yang bersumber langsung dari sunnah Nabi SAW, yang berbunyi:
Allāhu akbar. Allāhumma ahillahu 'alainā bil-amni wal-īmāni was-salāmati wal-islām, wat-taufīqi limā yuḥibbu rabbunā wa yardhā, rabbunā wa rabbukallāh.
Artinya: "Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah bulan ini menerangi kami dengan berkah dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta bimbingan untuk melakukan amal yang disukai dan diridhoi Tuhan kami."
Semoga dengan mengamalkan doa akhir dan awal tahun ini, Allah SWT mengampuni segala dosa masa lalu, serta memberikan keberkahan, kemudahan, dan kebaikan sepanjang Tahun Baru Islam 1448 H ini. Āmīn.
(dag/dag)
Addsource on Google


















































