Jakarta -
Di tengah suasana Ramadan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Palmerah Jakarta Barat, tetap beroperasi untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa penurunan kualitas. Selama bulan puasa, menu makanan kering dibagikan kepada para penerima manfaat agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.
detikcom berkesempatan untuk melihat langsung proses penyajian MBG saat Ramadan di SPPG Polri Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu (25/2/2026). Kepala SPPG Polri Palmerah, Mustaqim, memastikan standar gizi dari makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat tetap dijaga selama bulan puasa.
"Untuk pendistribusian selama Ramadan, jadi kami menerima bahan baku seperti biasa dari supplier, kami cek kualitasnya, kami cek kuantitasnya juga. Ketika layak, bahan baku kami proses. Jadi selama pendistribusian di bulan Ramadan ini, menu kering, kami tetap mengolah bahan makanan itu sendiri," kata Mustaqim kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pantauan detikcom, petugas SPPG Polri Palmerah sudah sejak awal melakukan pengecekan terhadap bahan olahan yang nantinya dimasak untuk menu MBG. Untuk menjaga kualitas gizi dari makanan tersebut, SPPG Polri Palmerah tidak menggunakan makanan ultraproses. Seluruh menu diproduksi sendiri di SPPG dengan mengutamakan bahan segar dan kandungan nutrisi yang seimbang.
"Jadi kami menjaga agar makanan itu tetap dalam standar gizi secara baik. Jadi tidak terlalu manis, tidak terlalu asin, jadi makanannya tetap layak, tetap bergizi, kami jaga kualitasnya untuk distribusi kepada penerima manfaat," tutur Mustaqim.
Kepala SPPG Polri Palmerah, Mustaqim (Foto: Kurniawan/detikcom)
Ketika bahan-bahan olahan datang sekitar pukul 10.00 WIB, relawan yang menjadi bagian dari tim persiapan pun langsung mengecek kualitas dan kuantitasnya. Pengecekan kualitas dilakukan dengan melihat langsung dari tiap kemasan, sedangkan untuk kuantitasnya dilakukan dengan penimbangan.
Setelah pengecekan selesai, bahan-bahan tersebut kemudian dibawa ke dapur, dan diletakkan di atas meja area persiapan. Di sana, petugas langsung bekerja untuk memastikan kebersihan dari bahan olahan makanan yang akan disajikan.
Adapun proses yang dilakukan tim persiapan untuk memastikan seluruh bahan baku bersih dan layak konsumsi memakan waktu hingga 7 sampai 8 jam. Sebab, bahan makanan yang dibersihkan jumlahnya tidak sedikit lantaran dipersiapkan untuk 2.500 porsi.
SPPG Polri Palmerah Foto: Kurniawan/detikcom
Setelah semua bahan dinyatakan siap, barulah pada pukul 20.00 WIB, tim memasak mulai mengolah bahan-bahan tersebut. Tim memasak ini bekerja bersama dengan tim pengemasan.
Untuk tim pengemasan, mereka mulai bekerja sejak pukul 21.00 WIB. Kerja kolaboratif ini dilakukan untuk mengefisiensikan waktu.
"Proses masak juga kami lakukan sendiri, seperti ada di belakang kami saat ini sedang dilaksanakan proses memasak dan proses pemorsian. Jadi kami porsikan dengan baik juga, kemasannya tertutup, rapih, setelah selesai kami distribusikan seperti biasa di pagi hari," ujar Mustaqim.
Secara keseluruhan, proses memasak hingga pengemasan diselesaikan oleh tim memasak dan tim pengemasan pada pukul 05.00 WIB, Kamis (26/2). Selanjutnya, semua makanan yang disajikan akan dicek kebersihan dan kelayakannya melalui rapid tes.
Ada 4 jenis kandungan berbahaya yang diperiksa oleh tim Dokkes Polres Metro Jakarta Barat di SPPG Polri Palmerah ini. Keempat kandungan tersebut yaitu nitrit, formalin, sianida dan arsenik.
Setelah semuanya dipastikan layak konsumsi, makanan akan dimasukkan ke dalam goodie bag atau tas paket makanan untuk memudahkan para penerima manfaat membawanya ke rumah. Sebab makanan tersebut tidak langsung dikonsumsi karena kondisi sedang dalam puasa.
Makanan yang sudah tertata rapi itu pun langsung disusun oleh driver dan dimasukkan ke dalam mobil pengantaran. Usai semuanya terangkut ke dalam mobil, driver pun langsung bergegas menuju titik-titik penerima manfaat.
SPPG Polri Palmerah sendiri, kata Mustaqim, selalu berupaya membuat menu berbeda setiap harinya selama Ramadan. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga kualitas makanan yang disajikan bagi para penerima manfaat.
"Untuk menu yang kami produksi di SPPG Polri Palmerah, kami membuatnya setiap hari berbeda. Jadi sesuai arahan, kami tidak melakukan rappel. Jadi kami tetap produksi setiap hari, kami mendistribusikan setiap hari, karena kami sadar kapasitas SPPG kami, dan untuk menjaga kualitas dari produksi yang kami buat, jadi kami tetap produksi setiap harinya. Menunya setiap harinya berganti, jadi menu-menunya nggak ada yang sama selama satu minggu itu," imbuh dia.
Di sisi lain, Mustaqim menjelaskan, untuk menunjang variasi menu yang disajikan, SPPG Polri Palmerah memiliki gudang pangan yang bisa kapan saja menyuplai bahan-bahan olahan MBG.
Menurut Mustaqim, gudang pangan milik Polri di SPPG Palmerah terbilang lengkap. Berbagai jenis ikan, aneka sayuran serta bahan pangan lainnya ada dalam gudang tersebut.
"Gudang ketahanan pangan di SPPG Palmerah sendiri itu ada biofog, isinya ikan, budidaya ikan dan juga hidroponik. Untuk gudang ketahanan pangan ini, dari Polri ingin membangun ekosistem untuk mensuplai SPPG. Jadi, bahan baku yang diperoleh dari SPPG harapannya bisa disuplai dari gudang ketahanan pangan itu sendiri," ungkap Mustaqim.
"Dari hidroponik, ditanam berbagai macam sayuran, mulai dari pokcoy, sawi hijau, bayam, dan lain sebagainya. Dan untuk ikan yang dibudidayakan, ikan yang bisa dimanfaatkan untuk SPPG. Seperti ikan patin yang bisa kami filet, selanjutnya ada lele juga, terus ada ikan nila, ada mujair, dan seperti itu," pungkasnya.
SPPG Polri Palmerah Foto: Kurniawan/detikcom
(knv/knv)


















































