Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan AI membuat perubahan pada kehidupan manusia, termasuk bagaimana manusia bekerja. Salah satu pendiri Animoca Brands Yat Siu mengungkapkan syarat utama untuk bekerja di dunia baru ini.
Siu menekankan pada kreativitas yang dilakukan oleh manusia. Dia mengakui AI mengganggu pasar tenaga kerja, namun akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan kreativitas lebih banyak dicari.
"Kita terlahir kreatif, dan kehilangan kreativitas untuk menyesuaikan diri dengan suatu sistem karena berupaya diubah menjadi mesin dan melakukan tindakan yang cenderung rutin," jelasnya saat konferensi SuperAI di Singapura, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (15/6/2026).
Siu menambahkan manusia seharusnya mempertahankan kreativitas yang telah dimiliki. Dengan begitu saat manusia masih bisa bebas berkreasi, saat AI melakukan pekerjaannya.
"Dari sudut pandang optimis, artinya kita semua bisa bebas berkreasi. Karena mesin pada akhirnya memberikan apa yang perlu dilakukan di sisi itu. Sementara kita bisa tetap menjadi manusia," jelas Siu.
Perkembangan AI yang sangat masif memunculkan kekhawatiran manusia bakal kehilangan pekerjaan dan digantikan oleh teknologi tersebut. Ini juga terbukti dengan banyaknya perusahaan yang melakukan PHK dengan alasan AI.
Siu menyebut meski ada disrupsi, dia meyakini AI bakal menciptakan lebih banyak pekerjaan.
Sementara itu, Siu optimistis terkait pertanyaan mengenai peringatan Anthropic soal bahaya penggunaan AI. Bahkan dia menegaskan hal ini tidak sama dengan perlombaan senjata nuklir.
"Sebagian besar orang akan menggunakan AI dengan cara yang bermanfaat. Akan ada sejumlah orang yang melakukan hal buruk dan harus dihentikan, namun untuk saya tidak seperti perlombaan senjata nuklir," tegasnya.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































