Sejumlah warga Desa Sermong, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan Brigpol Kamaludin untuk Hoegeng Awards 2026 karena berupaya mengatasi pengangguran. Bhabinkamtibmas tersebut mengajak warga untuk bertani dan beternak dengan memberikan bibit gratis.
Salah satu pengusul, Wiwin Sulastri, mengatakan Brigpol Kamaludin sangat peduli kepada warga desa. Warga diberikan modal bibit untuk berternak dan bertani agar bisa hidup mandiri.
"Sudah lama beliau bagikan bibit, kalau dilihat ada mau berternak dikasih bibit, kalau misalnya yang mau nanam dikasih bibit cabai, terong, pokoknya sayur-mayur," kata Wiwit memberikan kesaksiannya kepada detikcom, Kamis (12/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiwit menyebut Brigpol Kamaludin adalah Bhabin yang hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan di desa. Salah satunya, berupaya agar warga tidak menganggur dengan mengajak untuk bertani dan beternak.
"Banyak yang diajak, dan masyarakat setempat itu, kalau sudah basar banyak dipanen, terus bibitnya makin banyak. Nanti dikasih tahu teman-temannya minta ke Pak Bhabin, nanti Pak Bhanin lihat 'Di mana pelihara?' biasanya dilihat dulu, kalau memang belum bisa beliau dampingi," kata Wiwit.
Pendampingan yang diberikan Brigpol Kamaludin, kata Wiwit, dilakukan hingga ke pemasaran hasil panen. Dia menyebut, Brigpol Kamaludin juga mendampingi warga agar harga jual panen tinggi.
"Sangat berdampak ke bidang perekonomian, karena itu kan bisa dijual, kalau sudah ada telornya biasanya dieramin, kalau udah besar dijual, kadang telornya dijual. Kadang bibit kunyit, pas panen dibantu untuk jual ke pasar. Programnya masih jalan," ucap dia.
Wiwit menyebut Brigpol Kamaludin selalu hadir jika warga membutuhkan. Menurutnya, Kamaludin sangat responsif terhadap permasalahan warga.
"Karena beliau saya lihat sosok yang sangat inspiratif. Setiap ada masalah di desa, setiap dipanggil langsung bertindak," kata dia.
Brigpol Kamaludin bantu peternak dan petani di Taliwang, Sumbawa Barat, NTB Foto: dok. Istimewa
Atasi Masalah Pengangguran
Bambang Akbar adalah pengusul lainnya. Dia adalah salah satu warga yang diberdayakan untuk bertani sambil mengelola peternakan ayam dan bebek.
"Saya dibantu buat kandang ayam pedaging itu ada sekitar 15x8 meter. Saya ndak punya lahan, saya dibantu sebagian dananya untuk dibelikan lahan, dapat sudah 4 are lahannya. Saya perluas lagi usaha dibantu lagi di bidang hortikultura, di sayur-mayur itu," kata Bambang kepada detikcom.
Bambang mengatakan dari hasil pemanfaatan lahan seluas 4 are tersebut, kini dia sudah memiliki lahan 3 hektare. Lahan tersebut disewa untuk ditanami padi, jagung dan sayur-sayuran.
"Dulu saya pengangguran, kini saya bisa ajak warga sekitar yang bekerja di lahan yang baru itu, bisa kita sewa orang lagi, bisa bantu orang lagi, ada perputaran ekonomi," kata dia.
Bambang juga dibantu untuk mengembangkan jamur bonggol jagung. Dari hasil penjualan jamur itu, Bambang bisa membeli motor.
"Saya kan dulu motor aja ndak punya, cuma pengangguran, tiap hari, duduk, tidur, kaum rebahanlah istilahnya. Tapi sekarang berkat Pak Kamal, usaha saya ayam pedaging, bebek pedaging, terus usaha holti, cabai, padi, jagung," kata dia.
Dari lahan pertanian itu, Bambang kita bisa memperkerjakan 8 hingga 10 orang untuk penanaman dan masa panen. Di bidang peternakan, Bambang juga pertama kali diberikan bantuan bibit ayam dan bebek oleh Brigpol Kamaludin.
"Kalau di ayam, skalanya cuma 1.100 ekor, kita dapat keuntungan Rp 8-13 juta di situ. Kalau jamur saya dapat Rp 300 per hari, kalau di horti dan sayur-mayur kisaran 100 sampai 200 per hari. Pas pertama itu bisa saya beli motor, sampai sekarang motornya masih ada hasil dari jamur," kata dia.
Kini, ada ratusan warga desa yang mengembangkan bidang peternakan dan pertanian atas bantuan Brigpol Kamaludin. Para petani dibina hingga mandiri dan difasilitasi dalam penjualan hasil panen.
"Kalau di sekitaran kampung saya ini, 90% hampir dari 700 jiwa itu yang dikasih bibit. Kayak Pak Kades aja dikasih asal mau saja. Ini aja saya baru dikasih 500 lagi bibit tanaman, padahal saya sudah bisa beli sendiri," kata dia.
Bambang mengatakan Brigpol Kamaludin juga peduli pada masalah yang diatasi warga. Dia juga membantu warga yang kekurangan.
"Sangat peduli kalau Pak Kamal itu. Misalnya ada mediasi di sini, terus mediasi ada tuntutan ganti rugi sekian, kalau bisa dijangkau Pak Kamal sendiri yang keluar uang pribadi, sampai segitunya," ujar Bambang.
Upaya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Tujuan Brigpol Kamaludin memberikan bantuan bibit ayam, bebek hingga bibit tanaman adalah untuk meningkatkan perekonomian warga. Kamaludin memberikan bibit secara gratis.
"Bagikan bibit tanaman, bibit ternak, dan juga UMKM seperti ada warga yang modal jual bensin eceran, jual jajan. Tujuan saya meningkatkan ekonomi masyarakat di desa," kata dia.
Setiap bulannya Kamaludin bisa membagikan hingga seribuan bibit tanaman dan ratusan bibit ayam beserta bebek. Kamaludin akan menyesuaikan jumlah bibit yang dibutuhkan warga.
"Sesuai keinginan dan kebutuhan warga. Kalau mati terus masih berkeinginan tanam atau ternak saya kasih lagi. Kalau yang jadikan usaha atau bisnis saya beri jumlah banyak seperti kemarin ada yang saya berikan 500 bibit tanaman," jelasnya.
Brigpol Kamaludin juga merupakan kandidat Hoegeng Corner 2025. Kamaludin menyebut program pembinaan petani dan peternak ini sudah dilakukan sejak tahun 2021.
"Awalnya saya uji coba tahun 2021, saya kasih dulu 2-3 ekor, masyarakat yang pengen pelihara. Saya lihat bagus program ini, berkelanjutan, sehingga masyarakat yang pengangguran, bisa mensejahterakan intinya," tutur Kamaludin dalam program Hoegeng Corner 2025 lalu.
Kamaludin tidak ingin program ini berhenti begitu saja jika tidak diberikan pendampingan maksimal. Dia menggunakan pendekatan yang berbeda agar program ini berkelanjutan.
"Saya jor-joran sejak ada perintah Polri ketahanan pangan, baru saya targetkan 100 ekor per bulan. Saya ngasihnya nggak yang kecil, itu yang kelemahan program selama ini dari pemerintah, orang kasih bibit umur 1 hari, nanti yang dikasih 100 udah tinggal sisanya 10. Kalau saya kasih minimal umur 2-3 minggu, saya pastikan betul-betul sudah bisa hiduplah," jelasnya.
Hingga saat ini ada ratusan petani dan peternak yang dibina oleh Brigol Kamaludin. Kamaludin ingin warga mandiri dan usaha yang berkelanjutan.
"Peternak itu yang saya support 226 orang. Kalau petani itu 120 orang dari petani baik sayur, kunyit, terus jagung, itu yang saya bantu. Kalau UMKM baru 11 orang. Perputaran ekonominya kisaran di Rp 30-40 juta untuk per bulannya," kata Kamaludin.
Kamaludin menambahkan bahwa ekonomi tumbuh dari hal-hal kecil di desa. Menurutnya, jika ekonomi meningkat, masyarakat akan hidup sejahtera.
"Ekonomi itu tumbuh dari desa, dari hal-hal kecil, karena bagi saya, mungkin harapan juga, saya ingin lihat masyarakat itu sejahtera. Kalau sejahtera, kan ekonomi aman," pungkasnya.
(lir/knv)

















































