Cegah Banjir hingga Longsor, 3 Turap Dibangun di Tangsel

3 hours ago 5

Jakarta -

Turap atau dinding bantaran sungai dibangun di tiga di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Turap itu diharapkan dapat mencegah longsor hingga menangani persoalan banjir.

"Alhamdulillah hari ini saya mengunjungi tiga titik pembangunan yang ada di wilayah Tangsel. Kita mengecek langsung pembangunan turap dan bronjong yang ada di tiga titik lokasi ini," kata Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, Kamis (3/9/2026).

Dia meninjau pembangunan turap di kawasan Vila Pamulang di Kecamatan Pamulang, Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah di Kecamatan Ciputat pada Rabu (2/9). Menurutnya, tiap lokasi memiliki persoalan yang berbeda, mulai dari longsor dan pergeseran tanah akibat kikisan aliran sungai hingga penanganan banjir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Dia juga meminta konsultan pengawas bersama penyedia jasa untuk memastikan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku, terutama dalam menjaga kualitas konstruksi, termasuk mutu beton, campuran agregat, serta penggunaan tulangan.

"Kalau saya lihat kan ini 30 persen pelaksanaan. Sejauh ini masih sesuai dengan desain yang sudah dilihat, dan insyaallah di akhir tahun ini semua pekerjaan bisa rampung, selesai dengan baik dan sesuai rencana," kata dia.

Pembangunan bronjong batu kali di kawasan Vila Pamulang dilakukan sepanjang 164 meter dengan parapet atau pagar sepanjang 145 meter dan ketinggian konstruksi sekitar lima meter. Metode itu dipilih karena lokasi berada di aliran sungai yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Kalau di Vila Pamulang, karena itu Sungai Angke, jadi izin dari BBWS, kita diberikan izin, pemasangannya sebatas semi-permanen, dengan bentuk bronjong batu kali, diikat dengan kawat," jelasnya.

Sementara di Grand Serpong, pembangunan meliputi pemasangan turap baru setinggi empat meter sepanjang 165 meter, peninggian turap eksisting sepanjang 132 meter, serta pembangunan saluran pembuangan sepanjang 429 meter.

Adapun di Bukit Nusa Indah, pembangunan turap dilakukan di sisi kiri dan kanan sepanjang total sekitar 204 meter. Pekerjaan juga mencakup pembangunan parapet sepanjang 90 meter, pedestrian dan jalan inspeksi sepanjang 204 meter, serta pintu air dan sejumlah bangunan pelengkap lainnya.

Dia meminta pekerjaan di tiga titik tersebut dipercepat agar tidak terkendala musim hujan. Selain pembangunan turap dan bronjong, normalisasi aliran sungai juga perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi genangan dan banjir.

Selain persoalan teknis, Pilar juga menyoroti keberadaan sejumlah bangunan di sekitar bantaran sungai yang berpotensi menghambat penataan dan pembangunan. Ia meminta kecamatan dan kelurahan melakukan komunikasi dengan warga untuk mencari solusi terkait penataan bangunan di pinggir sungai.

"Ini kan kepentingan bersama, dan apalagi bangunan yang tidak bersertifikat harus diserahkan untuk pembangunan bronjong. Jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan publik. Itu catatan saya," ucapnya.

(jbr/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |