BNNP DKI Bongkar 1,028 Kg Sabu dari Binjai, 3 Tersangka Dijerat

3 hours ago 2

Jakarta -

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BBNP) DKI Jakarta menangkap tiga tersangka terkait peredaran narkotika jenis sabu. Tiga tersangka berinisial ME, AP, dan MI ditangkap di dua lokasi.

Pengungkapan ini bermula saat Tim Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP DKI Jakarta mendapatkan informasi terkait adanya transaksi sabu yang akan dikirim dari Binjai, Sumatera Utara, pada Selasa (20/1/2026). Tim menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di lapangan.

"Tim menerima informasi bahwa narkotika jenis sabu tersebut dibawa oleh seseorang yang menggunakan bus umum yang berangkat dari wilayah Binjai, Sumatera Utara," demikian keterangan Humas BNN, Rabu (21/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas BNNP DKI Jakarta kemudian melakukan pengejaran terhadap bus yang dimaksud. Bus tersebut kemudian diketahui melintas di Jalan TB Simatupang mengarah ke Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

"Sesampainya di Jalan TB Simatupang, tepatnya di depan Bunga 5 Benua, bus tersebut berhenti dan menurunkan dua orang penumpang yang dicurigai," tulis Humas BNN.

Kedua penumpang tersebut kemudian diinterogasi dan digeledah. Dalam penggeledahan ditemukan sabu di dalam tas ransel yang dibawa oleh tersangka berinisial ME.

"Menurut pengakuannya, dia akan menyerahkan narkotika sebanyak 1 kantong teh Cina kepada seseorang di dekat mal di kawasan Bekasi," imbuhnya.

Keterangan tersangka kemudian dikembangkan ke wilayah Bekasi. Di sana, petugas BNNP DKI Jakarta menangkap seorang pria inisial MI.

"Saat diinterogasi, MI mengaku bahwa akan menerima narkotika jenis sabu yang akan diserahkan oleh seseorang yang dikirim dari Binjai, Sumut," jelasnya.

BNNP DKI Jakarta menangkap tiga tersangka terkait pengiriman 1,028 Kg sabu dari Binjai, Sumut. Ketiganya ditangkap di dua lokasi berbeda, pada Selasa (20/1/2026).BNNP DKI Jakarta menangkap tiga tersangka terkait pengiriman 1,028 kg sabu dari Binjai, Sumut. Ketiganya ditangkap di dua lokasi berbeda, pada Selasa (20/1/2026). (Dok. BNN)

Selanjutnya, ketiga tersangka dan barang bukti diamankan ke kantor BNNP DKI Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam pengungkapan ini, barang bukti yang disita yakni sabu seberat total 1,028 kilogram dalam kemasan teh Cina warna merah, 5 ponsel, 1 tas ransel, dan goodie bag.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal VII angka 55 Pasal 622 ayat (1) huruf w Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Subsider Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala BNN: Narkoba Isu Kemanusiaan, Bukan Sekadar Kriminalitas

Sebelumnya, Komjen Suyudi menyatakan pemberantasan narkoba merupakan salah satu pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dia juga mengatakan pemberantasan narkoba menjadi syarat membangun sumber daya manusia unggul.

"Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa," kata Suyudi dalam jumpa pers pengungkapan kasus narkoba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).

Mantan Kapolda Banten itu kemudian menyebutkan masalah narkoba merupakan isu kemanusiaan. Dia mengatakan narkoba bukan sekadar kriminal.

"Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan bukan hanya sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara," ujarnya.

(mea/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |