Apa Itu Badai Magnet Bumi 20 Januari dan Apa Dampaknya di Indonesia?

3 hours ago 3

Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pada tanggal 20 Januari dini hari, ada badai magnet Bumi dengan skala berat di Bumi. Badai magnet ini diperkirakan terjadi hingga beberapa hari ke depan menurut informasi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Mengutip dari akun Instagram Bidang Geofisika Potensial BMKG (@geopot_bmkg), penyebab utama badai magnetik tanggal 20 Januari ini bersumber dari ledakan Matahari moderat yang mengakibatkan lontaran massa korona ke Bumi. Aliran partikel bermuatan dari lubang korona tersebut mempercepat angin Matahari yang mengenai medan magnet Bumi, menyebabkan tekanan pada magnetosfer.

Saat angin Matahari mengenai medan magnet Bumi, terjadi gangguan/fluktuasi yang membuat medan magnet mengalami gangguan kuat sehingga menghasilkan badai magnet level G4 (Severe) menurut NOAA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan hasil monitoring BMKG dari nilai Indeks K dan indeks A nya, nilai indeks A maksimum yang tercatat adalah 63. Hal ini mengindikasikan adanya badai magnet dengan skala kuat hingga berat yang tercatat oleh stasiun pengamatan magnet di Indonesia.

Dampak Badai Magnet Bumi

Secara umum, dampak dari badai magnet yaitu:

  • Gangguan komunikasi radio HF (High Frecuency)
  • Gangguan sinyal satelit dan GPS
  • Munculnya aurora yang biasanya muncul di daerah lintang tinggi.

Dampak Badai Magnet di Indonesia

Meskipun badai magnet yang terjadi merupakan badai magnet berat, dampak badai magnet ini untuk wilayah Indonesia yang berada pada lintang rendah relatif kecil. Hal ini dikarenakan Indonesia berada di sekitar ekuator geomagnetik yaitu wilayah di mana medan magnet Bumi paling horizontal (inklinasi mendekati 0°) sehingga medan magnet melindungi wilayah ini dari dampak terburuk badai magnetik yang paling kuat.

Badai magnet bukanlah ancaman, melainkan fenomena alam. BMKG selalu melakukan pemantauan Indeks Kemagnetan Bumi Lokal (Indeks K) secara near-realtime sehingga masyarakat dapat terus mengikuti pembaharuan berita dari BMKG.

(kny/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |