Jakarta -
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memastikan Jalan Lembah Anai yang menghubungkan Padang dan Bukittinggi akan dibuka penuh dua jalur selama 24 jam pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran 2026. Andre menyampaikan kebijakan tersebut diambil untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat di Sumatra Barat (Sumbar), mengingat jalur Lembah Anai merupakan akses vital penghubung antarwilayah.
Hal itu disampaikan Andre saat meninjau langsung progres perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Senin (19/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan kerusakan jalan strategis yang sempat terdampak bencana galodo pada akhir November 2025.
Andre menegaskan, keputusan membuka jalur Lembah Anai secara penuh selama masa Lebaran merupakan komitmen pemerintah pusat untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Setelah periode Lebaran berakhir, pengaturan lalu lintas akan kembali diberlakukan dengan sistem buka-tutup menyesuaikan progres pekerjaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada H-7 sampai H+7 Lebaran, jalan Lembah Anai akan dibuka dua arah selama 24 jam. Ini penting untuk memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar. Setelah itu, pengaturan lalu lintas kembali seperti sekarang agar pekerjaan bisa terus berjalan optimal," ujar Andre dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).
Selain itu, kata Andre, jalur itu juga sangat dekat dengan jalan tol Padang-Sicincin yang sudah beroperasi normal. Hal itu, kata Andre, akan membuat jalur tempuh Padang-Bukittinggi dan sebaliknya akan lebih cepat. Sedangkan jalur alternatif melalui Malalak belum bisa digunakan karena rusak parah.
"Semoga jalur mudik dan balik ke depan lebih baik lagi," kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI.
Dalam kunjungan tersebut, Andre didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar Elsa Putra Friandi serta Kepala Proyek Hutama Karya Infrastruktur Lembah Anai Fathoni. Dia mengapresiasi gerak cepat pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN, dan seluruh pihak terkait dalam menangani kerusakan jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan distribusi logistik Sumatera Barat.
Andre menjelaskan, Jalan Lembah Anai sempat terputus total pada 27 November 2025 yang berdampak besar terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, kata dia, berkat langkah cepat pemerintah pusat, jalur tersebut kembali dapat dilewati sejak 16 Desember 2025 dengan pengaturan lalu lintas terbatas.
Saat ini, jalan hanya dibuka pada pukul 17.00 hingga 08.00 WIB guna memberi ruang bagi pengerjaan perbaikan di siang hari. Andre menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan selama masa konstruksi.
Dia juga menegaskan bahwa proyek perbaikan Jalan Lembah Anai secara keseluruhan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Karena itu, konsistensi dan kedisiplinan pelaksanaan proyek menjadi kunci agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan bahwa fokus utama pengerjaan saat ini adalah penguatan struktur badan jalan untuk memastikan ketahanan terhadap beban lalu lintas dan kondisi alam di kawasan Lembah Anai. Selain itu, normalisasi aliran sungai di sekitar badan jalan juga dilakukan guna mencegah potensi kerusakan berulang akibat tekanan arus air.
(knv/knv)

















































