Jakarta -
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan sejumlah stakeholder lainnya meninjau lokasi rencana pembangunan flyover Padang Luar, Sumatera Barat. Pembangunan flyover ini sebagai upaya mengurai kemacetan parah di perlintasan sebidang kereta api di kawasan Padang Luar, Kabupaten Agam.
Diketahui selama ini lokasi tersebut menjadi titik macet utama sekaligus rawan kecelakaan. Andre Rosiade menegaskan, pembangunan flyover bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas ekonomi kawasan.
"Yang pasti jangan sampai ada korban-korban lagi. Desainnya harus diatur dengan baik, termasuk di lahan KAI, agar solusi ini benar-benar tuntas," kata Andre Rosiade yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peninjauan tersebut dilakukan Andre bersama Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Danantara Dony Oskaria, dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Gubernur Sumbar Mahyeldi, Bupati Agam Benny Warlis, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Friandi.
Andre menyebut peninjauan lokasi proyek flyover ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk penyesuaian desain dengan aset PT KAI, agar proyek strategis tersebut dapat berjalan aman dan tepat waktu
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyatakan pihaknya siap menyesuaikan desain konstruksi dengan kebutuhan jalur kereta api. Ia menjelaskan posisi pilar flyover akan diatur sejajar dengan badan jalan sehingga tidak mengganggu operasional kereta.
"Kita sesuaikan, pilar-pilarnya akan ditempatkan sejajar dengan jalan saat konstruksi selesai nanti," ujarnya.
COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan flyover Padang Luar. Menurutnya, proyek ini memiliki dampak ekonomi besar karena memperlancar arus barang dan orang di jalur strategis Padang-Bukittinggi.
"Danantara mendukung penuh proyek ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat dan dunia usaha. Infrastruktur yang baik akan menurunkan biaya logistik, meningkatkan konektivitas kawasan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata Dony.
Dalam peninjauan tersebut juga dilakukan diskusi berbagai alternatif teknis, termasuk opsi penataan perlintasan dan rekayasa lalu lintas selama masa pembangunan. Pemerintah pusat dan daerah menyepakati proyek flyover Padang Luar menjadi prioritas karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat Agam, Bukittinggi, dan sekitarnya.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut proyek ini sebagai bukti sinergi pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan lembaga investasi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Sumbar. Ia berharap proses perencanaan segera rampung agar proyek bisa masuk tahap konstruksi secepatnya.
Bupati Agam Benny Warlis menilai pembangunan flyover Padang Luar sangat dinantikan masyarakat karena kemacetan di titik tersebut sudah berlangsung lama dan mengganggu aktivitas warga serta distribusi barang.
Sementara Kepala BPJN Sumbar Elsa Friandi menegaskan pihaknya siap memastikan desain flyover Padang Luar disusun secara matang dan sesuai standar teknis nasional. BPJN, kata Elsa, akan mengawal proses perencanaan hingga tahap konstruksi agar proyek berjalan aman, efektif, dan tepat waktu.
"Kami di BPJN siap memastikan desain flyover ini memenuhi standar keselamatan, kelayakan teknis, dan kenyamanan pengguna jalan. Koordinasi dengan PT KAI, pemerintah daerah, dan kementerian terkait terus kami lakukan agar proyek ini bisa segera direalisasikan," ujar Elsa.
Dengan peninjauan langsung para pemangku kepentingan tersebut, diharapkan rencana pembangunan flyover Padang Luar segera dimatangkan sehingga solusi permanen untuk kemacetan dan keselamatan masyarakat di kawasan itu dapat segera terwujud.
(yld/tor)

















































