Willy Bantah Isu NasDem-Gerindra Merger: Surya Paloh Tawarkan Political Block

2 hours ago 2

Jakarta -

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya membantah isu NasDem dan Gerindra merger. Willy menekankan yang dimaksud Ketua Umum NasDem Surya Paloh adalah political block.

"Gini teman-teman, biar tidak sesat berpikir. Ini kan tentang istilah, tapi istilah itu substansi. Saya bercanda itu harus teman-teman lihat apa sih referensi kita. Pak Surya tuh orang yang concern terhadap apa ya situasi politik kita. Apa referensi kita berpolitik itu political block. Ini orang yang membahas ini miskin, saya katakan miskin literatur politik. Maka dia pakai istilah merger," kata Willy kepada wartawan di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Willy menegaskan 'merger' merupakan istilah perusahaan dan tidak tepat untuk menggambarkan yang diinginkan Surya Paloh. Ia menyayangkan ada pihak-pihak yang memakai narasi 'merger'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gunakanlah istilah referensi yang tepat untuk sesuatu hal yang tepat. Jangan kemudian gebyah-uyah. Kalau lu nggak ngerti atau lu ingin mendiskreditkan, itu lain cerita. Saya mau tanya orang yang men-discourse-kan ini sedang mendiskreditkan NasDem dan Gerindra atau dia tidak mengerti tentang literatur politik, yang dia tahu cuma bacot saja," ucapnya.

Dia membahas pada masa lalu memang pernah terjadi fusi kepartaian, yakni partai-partai Islam menjadi PPP, sedangkan partai-partai nasionalis menjadi PDIP. Kemudian, Willy menilai miskin pengetahuan ketika orang menangkap maksud Surya Paloh adalah menggabungkan NasDem dan Gerindra. Padahal, kata dia, Surya Paloh hanya mengajukan political block.

"Miskin sekali. Saya sebenarnya menyayangkan orang-orang yang tidak baca ini, bacotnya ke mana-mana, bacanya nggak. Dia harusnya menangkap Pak Surya tuh orang yang berpikir out of the box. Kan kita selama ini berpikir cuma sekretariat bersama, partai koalisi. Koalisi itu dalam proses kandidasi. Sementara di dalam proses government kita tidak mengenal koalisi, kita kan presidensial. Pemerintahan koalisi itu dikenal di dalam parlementer," ujar Willy.

"Apa yang ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah political block, blok politik, bukan merger. Apa itu political block? Ini adalah sebuah political engineering, bagaimana perjuangan-perjuangan kebijakan itu menjadi suatu tarikan napas, tidak transaksional. Kan selama ini kan transaksional banget ya," lanjutnya.

Willy kemudian menjelaskan lebih lanjut maksud Surya Paloh dengan political block. Menurutnya, saat ini kerja sama politik antarpartai cenderung minimalis.

"Pak Surya penuh dengan sebuah pertimbangan yang reflektif, kenapa? Ya kecenderungan partai politik kita di dalam proses kerja sama politik itu minimalis. yang ada ya teman-teman bisa lihat lah, nggak setuju gabung ke sini, nggak setuju ke sini. Sehingga narasi yang dominan di kita itu satu kalau nggak kutu loncat, yang kedua buat partai baru, iya kan? Benar nggak? Itu narasi yang dominan di kita. Tapi kita tidak pernah punya narasi, bagaimana kita bisa melakukan proses political engineering secara kolektif bersama-sama dan independensi itu tetap ada, yang mempersatukan kita adalah objektif," katanya.

Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo

Kemudian, Willy juga menjelaskan terkait pertemuan Surya Paloh dan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pertemuan itu wajar saja terjadi antara keduanya yang merupakan sahabat.

"Wajar aja. Dua sahabat bertemu. Teman-teman bisa bayangkan ketika pertama kali Pak Prabowo datang ke Gondangdia, kami diskusi enam jam tentang banyak hal. Di mana ada hal yang lebih akrab yang lebih intimate untuk bisa berdialektika seperti itu. Seorang Surya Paloh dengan seorang Pak Prabowo waktu itu bisa berdiskusi secara equal tentang banyak hal. Saya dan kawan-kawan waktu itu yang di second layer-nya bisa menerjemahkan dalam kerangka politik kerja sama yang seperti apa. Itu justru lebih produktif," ujar Willy.

Dia menyebut narasi yang berkembang atas pertemuan itu terlalu negatif.

"Ini narasinya terlalu negative tone, imajinasi berepubliknya nggak ada, imajinasinya konflik, rusuh. Harusnya kita mengedepankan, memajukan imajinasi berepublik. Apa imajinasi berepublik itu? Political block, dan itu belum pernah di-exercise. Pak Surya ini, teman-teman bisa mengonfirmasi dulu, ketika sama Pak TK (Taufiq Kiemas) bikin silaturahmi kebangsaan PDIP dan Golkar waktu itu itu keliling Indonesia ke mana-mana. Apakah eksistensi Golkar terganggu, apakah eksistensi PDIP terganggu? Kagak," imbuhnya.

(maa/fas)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |