SPMB Jakarta 2026 Dimulai, Ini Jalur dan Kuota yang Disiapkan

3 hours ago 2

Jakarta -

Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) DKI Jakarta Tahun Ajaran 2026/2027 dibuka sejak Senin (15/6/2026). Sebanyak 245.980 kursi disiapkan untuk calon murid baru melalui sekolah negeri, SPMB Bersama, dan Sekolah Swasta Gratis.

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan memastikan seluruh proses SPMB tidak dipungut biaya. Warga diminta mengikuti prosedur resmi dan tidak mempercayai informasi di luar kanal Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menegaskan SPMB tahun ini dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan inklusif. Menurutnya, setiap anak di Jakarta memiliki kesempatan setara dalam mengakses pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prinsipnya, setiap anak di Jakarta harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas," ujar Nahdiana dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Senin (15/6/2026).

Pelaksanaan SPMB mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 238 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Murid Baru. Ruang lingkupnya mencakup satuan pendidikan negeri jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan SKB, serta sekolah swasta melalui SPMB Bersama dan Sekolah Swasta Gratis.

Pemprov DKI tidak ingin akses pendidikan hanya bertumpu pada sekolah negeri. Karena itu, pilihan diperluas melalui kerja sama dengan sekolah swasta.

"Melalui SPMB Bersama dan Sekolah Swasta Gratis, kami memperluas pilihan bagi masyarakat agar anak-anak tetap dapat bersekolah dengan layanan yang layak dan berkualitas," kata Nahdiana.

Kuota dan Jalur SPMB DKI 2026

Tahun Ajaran 2026/2027 daya tampung sekolah negeri mencapai 228.163 murid baru. Rinciannya, PAUD 6.310 murid, SD 95.965 murid, SMP 73.289 murid, SMA 29.337 murid, SMK 19.541 murid, SLB 891 murid, dan SKB 2.830 murid.

SPMB Bersama melibatkan 298 sekolah swasta dengan daya tampung 7.708 murid baru. Kuota itu terdiri atas SMP 1.597 murid, SMA 2.519 murid, dan SMK 3.592 murid. Adapun SPMB Sekolah Swasta Gratis melibatkan 103 sekolah dengan daya tampung 10.109 murid baru untuk jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB.

SPMB tahun ini membuka empat jalur penerimaan, yakni Prestasi, Afirmasi, Domisili, dan Mutasi. Jalur Prestasi diperuntukkan bagi calon murid dengan prestasi akademik maupun nonakademik. Jalur Afirmasi ditujukan bagi calon murid dari keluarga tidak mampu.

Jalur Domisili mempertimbangkan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah, sebaran domisili, dan daya tampung. Sementara Jalur Mutasi diperuntukkan bagi anak dari keluarga yang orang tuanya pindah tugas serta anak guru atau tenaga kependidikan yang ingin bersekolah di tempat orang tuanya bertugas.

SPMB dilakukan secara daring untuk sekolah negeri jenjang SD, SMP, SMA, SMK, serta sekolah swasta peserta SPMB Bersama. Untuk PAUD, SLB, dan SKB, pelaksanaan dilakukan secara hibrida atau gabungan daring dan luring. Sementara SPMB Sekolah Swasta Gratis dilaksanakan secara luring.

Tahapan pengajuan akun dan verifikasi Kartu Keluarga telah dilakukan secara bertahap. Jenjang SD dimulai pada 18 Mei 2026, SMP pada 25 Mei 2026, serta SMA dan SMK pada 2 Juni 2026.

Sekolah Swasta Gratis Jadi Alternatif

Selain SPMB reguler dan SPMB Bersama, Pemprov DKI membuka pendaftaran SPMB Sekolah Swasta Gratis gelombang pertama yang berlangsung pada 15-30 Juni 2026.

Program ini menjadi salah satu upaya Pemprov DKI memperluas akses pendidikan, terutama bagi keluarga yang membutuhkan alternatif selain sekolah negeri. Pada 2026, terdapat 103 sekolah swasta yang tergabung dalam program tersebut dengan alokasi anggaran Rp253.625.139.600.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan program sekolah swasta gratis diharapkan dapat membantu keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang layak.

"Jakarta secara sungguh-sungguh mulai mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta gratis. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dapat memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga kurang mampu," kata Pramono.

Informasi lengkap mengenai SPMB dapat diakses melalui laman disdik.jakarta.go.id dan spmb.jakarta.go.id. Warga juga dapat memantau informasi melalui media sosial resmi PMB DKI Jakarta, yakni Instagram @officialpmbdki, Facebook PMBDKI1, dan X @PMBDKI.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga menyediakan posko PMB di seluruh sekolah negeri, posko PMB Suku Dinas Pendidikan, serta kantor Dinas Pendidikan untuk membantu warga yang mengalami kendala.

Orang Tua Minta Sosialisasi Diperkuat

Pelaksanaan SPMB 2026/2027 mendapat perhatian dari orang tua calon murid. Lina Susany (50), warga Duren Sawit, Jakarta Timur, mengaku sempat bingung memilih jalur penerimaan untuk anaknya, Sakinata Empati Qolbi (13), yang akan masuk SMP.

"Awalnya masih bingung mau daftar jalur apa karena ada banyak pilihan jalur di website-nya. Beberapa orang tua juga ada yang salah klik," ujar Lina kepada detikcom, Rabu (17/6/2026).

Menurut Lina, sistem tahun ini membuat orang tua perlu lebih teliti memahami jalur, syarat, nilai, dan daya tampung sekolah. Namun, ia menilai informasi resmi kini lebih mudah diakses dibanding sebelumnya.

"Prosesnya sebenarnya mudah, cuma memang harus dipahami betul-betul. Harus cari tahu informasi lebih banyak dari website-nya. Selain itu, tahun ini juga transparan nggak ada titip-titipan lagi," ungkapnya.

Lina juga menyambut adanya SPMB Sekolah Swasta Gratis. Menurutnya, informasi sekolah swasta yang tersedia dalam satu kanal resmi membantu orang tua mengetahui pilihan pendidikan di luar sekolah negeri.

"Apalagi untuk sekolah swasta juga ada SPMB-nya. Sekarang enak karena di website semua sudah ada informasinya, jadi satu," ujarnya.

Hal senada disampaikan Dita (27), warga Marunda, Jakarta Utara, yang sedang mempersiapkan adiknya masuk SMP. Ia menilai jalur penerimaan yang tersedia memberi lebih banyak pilihan bagi orang tua dan calon murid.

"Menurut saya, jalur yang tersedia sudah cukup beragam dan banyak, jadi orang tua dan siswa punya beberapa pilihan sesuai kondisi masing-masing. Mungkin masih ada yang harus dievaluasi agar setiap jalur benar-benar memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon murid," kata Dita.

Dita mengapresiasi sistem pendaftaran daring karena memudahkan warga memperoleh informasi. Namun, ia berharap pendampingan bagi orang tua yang belum terbiasa menggunakan sistem online dapat diperkuat.

"Cukup membantu. Informasi bisa diakses secara online dan alur pendaftarannya juga sudah dijelaskan. Tapi saat pendaftaran dibuka kadang masih ada orang tua yang kebingungan, terutama yang kurang terbiasa menggunakan sistem online. Lebih baik kalau pendampingan atau layanan informasi diperbanyak," jelasnya.

Dita berharap SPMB berjalan transparan, adil, dan tanpa kendala teknis selama masa pendaftaran hingga pengumuman hasil.

"Yang paling saya perhatikan adalah transparansi proses seleksinya dan kepastian bahwa semua peserta mendapatkan perlakuan yang adil. Selain itu, juga berharap sistemnya stabil sehingga tidak ada kendala teknis saat proses pendaftaran maupun pengumuman hasil SPMB," tuturnya.

Simak juga Video 'Panitia SNPMB Ungkap Alasan Nilai Rapor Tinggi Belum Tentu Lolos PTN':

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |